'Pagi-pagi udah keramas aja,' ujar Thalia di dalam hati melihat rambut Vanka yang basah. Ia tahu apa artinya.Perempuan itu keluar dari kamar mandi dengan handuk melingkar di leher, wajah segar, dan aroma sabun yang samar tercium. 'Murahan. Pasti dia yang duluan menggoda Papa biar ditidurin.' Thalia masih mengoceh di dalam hati merutuki ibu tirinya.Thalia melipat tangan di dada, menatap Vanka tanpa berusaha menyembunyikan ekspresi tidak sukanya.Vanka menyadari tatapan itu. Ia tidak kaget. Ia hanya memilih mengabaikan, berjalan ke dapur untuk menyiapkan sarapan.Di dapur, Vanka bertemu dengan Raline."Udah, Lin, makasih," ucapnya pada perempuan itu yang sedang mengaduk nasi goreng. Tadi Vanka meminta bantuannya sebentar karena harus menjawab telepon."Iya, Bu." Raline menggeser posisinya. Ia lanjut mencuci piring."Oh ya, Lin, kamu udah kenal sama Thalia?" tanya Vanka. "Udah, Bu. Udah kenalan tadi. Dia anak bapak dari cinta pertamanya, kan, Bu?" Sendok di tangan Vanka berhenti ber
Last Updated : 2026-01-09 Read more