"Silakan diminum, Bang, Pak." Bersamaan dengan suara lembut yang mendayu-dayu itu dua cangkir teh hangat diletakkan masing-masing tepat di hadapan Shankara dan Ananta.Ananta tidak menjawab, sedangkan Shankara hanya menganggukkan kepala."Ada lagi yang bisa dibantu, Bang?" Raline menatap Shankara."Nggak ada, makasih.""Kalau Pak Ananta?" Raline bertanya ramah sembari memandang Ananta dengan senyumnya.Ananta menjawab dengan gelengan kepala."Kalau begitu aku ke belakang dulu. Nanti kalau butuh apa-apa panggil aja ya, Bang.""Ya," jawab Shankara pendek. Barulah setelahnya Raline beranjak dari hadapan mereka."Aneh, gue dipanggil bapak, sama lo malah manggil abang. Apa tampang gue udah setua itu?" komentar Ananta lalu tertawa setelah Raline benar-benar menghilang dari ruang pandang mereka.Shankara juga tertawa. "Mungkin karena dia hormat sama lo," jawabnya."Jadi hormatnya cuma sama gue? Sama lo nggak?""Bukan gitu, tapi dari awal dia emang panggil gue abang, ngikut si Anton," jelas
最終更新日 : 2026-01-02 続きを読む