หน้าหลัก / Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHAPTER 102: Tepati Perkataanmu

แชร์

CHAPTER 102: Tepati Perkataanmu

ผู้เขียน: Heiho
last update วันที่เผยแพร่: 2026-02-03 17:05:44
“Tidak!” seru Jefri, “Keputusan om sudah final. Tidak ada lagi perubahan!”

“Kalau begitu, aku akan tetap memaksa sampai om berubah pikiran,” balas Rara tenang.

“Rara!”

“Ayah, tenanglah!” seru Hani yang segera memegang pundak Jefri, “Rara pasti punya alasannya sendiri makanya berkata begitu. Kita harus dengar alasannya dulu,”

Jefri menghela napas kasar. Pria itu menenangkan dirinya sejenak lalu menatap lurus Rara. “Kenapa kau tiba-tiba berkata begitu?” tanya Jefri tenang, “Apa kau khawatir k
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (2)
goodnovel comment avatar
Nur Ajifa
lanjut KK semangat
goodnovel comment avatar
iin
Lanjut ka..
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 229: Jangan Ditahan

    Hani mengernyitkan alisnya. Menatap balik Merphilus di depannya. Gadis itu kemudian menghela napas pelan lalu memeluk leher Merphilus dengan kedua tangannya.Hani perlahan mendekatkan wajahnya. Ia memejamkan mata sebelum bibirnya menempel ke bibir Merphilus.Hanya ciuman singkat. Karena tak lama kemudian, Hani menarik kembali wajahnya.“Saya sudah membayarnya–”Hani tersentak ketika Merphilus tiba-tiba mendorong belakang kepalanya lalu menyatukan kembali bibir mereka. Matanya membelalak.Ciuman kali ini berbeda. Merphilus mencecap bibirnya, memaksa masuk lidahnya ke dalam bibirnya.Hani segera memejamkan mata ketika lidah pria itu akhirnya masuk. Wajahnya perlahan memerah, merasakan betapa lihainya lidah Merphilus ‘bermain’ di dalam mulutnya.Suara kecipak basah dari ciuman mereka menggema di dalam kamar. Ciuman mereka semakin intens dan dalam hingga Hani yang merasa lemas, akhirnya merebahkan dirinya di kasur diikuti Me

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 228: Merepotkan

    “Apa istrimu ini sudah ‘isi’?” Yang dimaksud ‘isi’ itu … hamil, kan? Rara menelan ludah lalu menggeleng pelan. Ia lalu berkata, “Kami masih menahan program kehamilan sekarang.” “Oh, ya, ya. Itu bagus! Memang tidak sebaiknya buru-buru, ya.” Rara menghela napas lega mendengar jawaban ramah Tiara. Syukurlah. Sepertinya dia bukan tipikal orang yang suka nyinyir— “Apalagi Jefri juga sudah punya pewaris, ya. Jadi, sepertinya tidak butuh kamu hamil juga. Malah kalau kamu hamil nanti jadi repot!” Mata Rara membesar. Sementara Jefri mengernyitkan alisnya. Sorot wajahnya berubah menggelap. “Apa maksud bibi?” tanyanya rendah. Melihat ekspresi Jefri, Tiara memasang wajah kaget, seolah-olah dia baru saja salah berkata. Wanita itu kemudian memasang wajah bersalah. “Aduh, maaf. Bibi tidak bermaksud menyinggung kalian,” ucapnya penuh sesal, “Maksudnya, nanti ka

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 227: Penawaran Merphilus

    Hani tahu harusnya ia segera mengalihkan pandangan. Atau bahkan, kabur sejauh mungkin dari sana begitu merasakan nyeri teramat sangat di dadanya. Tapi, tubuhnya kaku dan gemetar. Isi kepalanya juga kosong, membuat Hani hanya mampu memerhatikan kedua insan tersebut yang semakin asik bercumbu.Dan sebelum terjadi sesuatu yang lebih buruk, seseorang tiba-tiba menariknya dari belakang. Menyembunyikan dirinya di balik tembok. Kini, Hani hanya bisa mendengar desah-desah lirih dari kedua orang itu. Yang justru semakin menyayat hati Hani. “Saya tidak menduga Tuan Leo akan melakukan hal mesum di sini.”Hani melirik ke pemilik suara di belakangnya. Dia tidak merasakan kekagetan begitu mengetahui orang tersebut adalah Merphilus. Sepertinya perasaannya masih mati setelah kejadian tadi. Merphilus terlihat menyeringai tipis. Tatapannya tidak terbaca oleh Hani, entah mengolok atau senang. Tapi, Hani tidak peduli karena desahan di dalam sana

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 226: Kedua Kalinya

    Rara duduk dengan tegang di kursi yang disediakan untuknya. Di sebelahnya, Jefri dan Hani ikut duduk. Para pramusaji segera menuangkan wine ke gelas di atas meja bundar. Rara mengucapkan terima kasih ke pramusaji tersebut. Ia lalu kembali menatap panggung di depannya. Mejanya ada di barisan paling depan sehingga bisa dekat dengan panggung. Menurut Jefri, tempat ini memang eksklusif untuk mereka sebagai penyelenggara acara. Rara benar-benar tidak menyangka bisa duduk di tempat seperti ini.Wanita itu mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Para tamu juga sudah mulai duduk di tempatnya masing-masing. Para pramusaji sibuk berkeliaran menuangkan wine. Begitu juga dengan Leo yang sibuk mengarahkan para tamu menempati tempat duduk yang sesuai.‘Jadi, pestanya seperti ini,’ batin Rara. Ini pertama kalinya dia menghadiri pesta seperti ini. Meski dalam hidupnya, dia baru sekali menghadiri pesta ketika acara keluarga Nickelson

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 225: Tidak Akan Berhubungan

    ‘Dia lumayan juga,’ batin Hani yang tengah mengikuti langkah Merphilus dari belakang. Tadi Jefri menyuruhnya untuk segera menyusul pria itu. Ia dan Rara masih di lobi hotel, bercakap-cakap dengan para kolega.Menyadari isi pikirannya barusan, Hani segera menggelengkan kepalanya. Bisa-bisanya ia berpikiran seperti itu! Tapi, memang tak dapat dipungkiri kalau penampilan Merphilus malam ini lebih …. Tampan dari biasanya. Mungkin karena gaya rambutnya yang disisir rapi itu. Atau karena jasnya yang sangat pas sehingga membentuk tubuhnya lebih jelas. Entahlah.‘Aku pasti sudah gila,’ sungut Hani dalam hati. Ia tidak boleh melupakan betapa menyebalkan pria itu selama ini!Keduanya akhirnya sampai di aula. Mereka segera menuju belakang panggung, menemui operator yang bertugas menayangkan presentasi mereka di layar nanti. “Semuanya aman?” tanya Merphilus ke salah satu staf operator.Staf yang ditanya itu mengangguk, “Aman. Tadi kami sudah mencobanya lagi.”Keduanya kemudian terlarut dalam

  • Sentuhan Lembut Om Duda   Chapter 224: Strawberry

    “Saya akan segera memanggil penata busana kesini. Lalu, merias anak anda.”Jefri mengangguk, “Mohon bantuannya.”Penata rias beserta stafnya itu segera meninggalkan Rara dan Jefri. Rara menghela napas pelan. Ia merasa lelah entah kenapa. Mungkin karena situasi ini begitu tiba-tiba. Jefri tiba-tiba saja pulang sambil membawa sekumpulan orang ini kemudian meminta mereka untuk mengurus Rara. Membuat Rara yang belum memahami situasi, hanya bisa pasrah mengikuti alur Jefri.“Ada apa? Lelah?”Rara mengalihkan pandangannya ke Jefri yang berdiri di depannya.“Mau diambilkan minum?” tanyanya lagi. Rara menggeleng. Ia menghela napas pelan lagi. “Kenapa mas tiba-tiba manggil orang buat ngurus aku begini?” tanyanya pelan. “Kamu tidak suka?”“Bukan begitu,” bantah Rara, “Aku cuma kaget.”Sebelum Jefri menjawab, Rara melanjutkan, “Apa ini ada hubungannya sama ucapanku waktu itu? Yang mas bilang bakal diurus itu?”Rara menatap gelisah Jefri yang tak segera menjawab. Ia sedikit berharap Jefri tida

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 152: Hubungi Om

    “Rara!” seru Sandra begitu Rara memasuki kantor. Wanita itu segera berjalan mendekatinya. Ia tersentak saat melihat tubuh Rara basah kuyup.“Dasar nakal! Kamu menerobos hujan?!” seru Sandra sambil memelototkan matanya. Rara meringis. Baru saja ia tadi dimarahi Jefri, tapi sekar

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-05
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 149: Jadi Pasanganku

    “Apakah om mau menjadi pasanganku di acara dansa nanti?”“Apa?”Perasaan Hani berubah resah ketika melihat Leo terkejut. Apa pria itu akan menolaknya? Atau ucapannya kurang jelas?Ragu-ragu, Hani kembali berkata, “Aku pingin om jadi pasangan dansaku di acara nanti,”Kali ini, Leo harusnya mendengar

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-04
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 150: Kesempatan Kedua

    Sandra mengerutkan alis bingung, “Tunggu, Ra. Biar aku cek dulu–”“Tidak usah! Sebaiknya tetap beli untuk jaga-jaga, kan?” potong Rara lagi, “Mencegah itu lebih baik, kan?”Rara lalu menoleh ke Jefri. “Om, tolong bantu kak Sandra benerin atap, ya!”“Apa?” tany

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-04
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 128: Hotel Jefri?

    [Aku sudah menemukan informasi kalau om Leo tidak memberitahukan pertemuan kalian ke ayah. Jadi, tidak usah khawatir!]Rara menghela napas lega usai membaca pesan Hani. Tapi, di sisi lain, ia juga merasa penasaran dengan cara Hani mencari tahunya. Sahabatnya itu tidak bertanya langsung, kan?Rara

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-01
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status