“Ini kayaknya digigit nyamuk,” ringis Rara sambil mengusap-usap lehernya yang ditunjuk Septa, “Malu banget. Semoga nggak ada yang liat pas di pesta tadi,”Septa menatap Rara lamat-lamat. Rekannya itu memang menjawab dengan tenang dan santai, tapi Septa bisa menangkap kegugupan dan kepanikan di wajahnya. Meski Septa tadi menotisnya, ia sebenarnya juga tidak melihatnya terlalu jelas bentukannya tadi seperti apa. Tapi, rasanya terlihat seperti sebuah ruam?Septa merapatkan bibirnya. Ini bukan seperti yang ia pikirkan, kan?Septa menghela napas pelan kemudian mengulas senyum di wajahnya. “Tenang aja, nggak keliatan kok selama di pesta nanti,” ucapnya, “Buktinya aku baru sadar sekarang, kan?”Rara menatap Septa yang tersenyum menenangkan. Ia menelan ludah kemudian tertawa gugup sambil mengangguk. “Untung aja,” ucap Rara lega. Ia kembali memperbaiki gaya rambutnya membuat lehernya tertutupi. Septa mengalihkan pand
Last Updated : 2025-12-25 Read more