Silaunya matahari menyelinap lembut melalui celah jendela besar studio lukis Jasmine. Di hadapan sebuah kanvas yang mulai tergores cat aneka warna, Jasmine terlihat serius. Sesekali ia berhenti, mencoba semakin mencari inspirasi. Seriusnya Jasmine membuat ia tidak menyadari bahwa sejak beberapa menit tadi, sosok yang menjulang tinggi itu berdiri memperhatikannya. Kedua alis Jasmine tertaut, mimiknya semakin serius. Namun, semakin ia paksa, otaknya semakin buntu. Helaan napas frustasi terdengar lolos begitu saja. Jasmine meletakkan pallet dan kuasnya begitu saja di bangku kecil tak jauh dari tempat ia duduk. "Masih lama, ya?" Jasmine tersentak. Spontan ia menoleh dan netranya menangkap sosok Damian melenggang santai menghampirinya. Senyum Jasmine mengembang. Kemudian langsung berdiri. Tanpa menunggu lebih lama, segera ia melepas apron lukisnya yang sudah tercoret beragam warna. Jasmine menyampirkan kain berwarna cokelat itu di sandaran kursi, sedangkan dirinya segera melangkah c
Last Updated : 2026-01-28 Read more