Selain untuk menenangkan diri, dia juga mencari waktu yang tepat untuk memberitahu Mama dan kedua adiknya. Akan tetapi, belum sempat dia melakukannya, Gunawan sudah lebih dulu datang menemui Mela.“Ma?” Ammar melepaskan koper begitu saja saat melihat Mela yang membukakan pintu. Mamanya masih mengenakan mukena dengan mata merah dan sembab, bekas menangis saat salat tadi. Seketika, Ammar ambruk ke lantai. Dia memeluk kaki Mela erat. Air matanya menetes, membasahi kaki mamanya. “Maafkan Ammar karena membuat Mama kembali banyak pikiran.”“Bangunlah, kita bicara di dalam. Tidak elok dilihat tetangga.” Mela mengelus kepala anaknya. Meski kecewa dengan Ammar, tapi Mela tidak bisa marah kepada anaknya. Seharusnya, Ammar konsekuen dengan pilihannya. Kalau sudah memutuskan untuk menikahi Adelia, Mela berharap Ammar benar-benar komitmen dengan itu semua. Sakit hatinya memikirkan Ammar yang menjadikan pernikahan itu seperti mainan padahal semua terjadi dengan mengorbankan Rika dan Riko.“Kamu pas
최신 업데이트 : 2026-01-08 더 보기