Seminggu sudah berlalu. Malam turun pelan, seperti biasa. Lampu-lampu rumah sudah diredupkan ketika Alena selesai menidurkan Aksara. Bayi itu terlelap dengan napas kecil yang teratur, satu tangannya masih mencengkeram ujung baju ibunya, seolah takut dilepas. Alena duduk beberapa menit di tepi ranjang kecil itu, memastikan putranya benar-benar tidur. Baru setelah itu ia berdiri, melangkah keluar, dan menutup pintu kamar perlahan. Di kamar mereka, Aziz sudah ada. Duduk di tepi ranjang, punggung sedikit membungkuk, ponsel di tangan. Layarnya menyala, tapi jarinya tak bergerak. Seperti menatap sesuatu yang tak benar-benar ia lihat.Alena masuk, menutup pintu, lalu duduk di kursi dekat meja rias.“Mas,” panggilnya pelan.Aziz mendongak. “
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-01-11 อ่านเพิ่มเติม