“Kamu enggak keberatan, kan, Tante masuk?” Suara itu pelan, tapi cukup membuat Alena mengangkat kepala.Alena menelan ludah. “Silakan, Tante.”“Aziz lagi teleponan tuh! Kayaknya soal kerjaan. Makanya enggak jadi masuk,” kata Nini Ida sambil tersenyum kea rah luar kamar. Tak pelak dia melangkah masuk dan duduk di kursi dekat jendela. Ia tidak langsung bicara. Matanya menyapu kamar, ranjang yang rapi, tas kecil Aksara di sudut, mainan yang tertata seadanya. Seperti sedang mencatat sesuatu yang tak tertulis. Aksara bergerak di pangkuan Alena, memeluk leher ibunya erat. Alena menepuk punggung anak itu perlahan.“Anaknya lengket sekali,” ujar Nini Ida akhirnya.“Masih kecil, Tante,”
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-01-07 อ่านเพิ่มเติม