Kemungkinan itu terasa menggantung di udara, dan hampir bisa dirasakan. Kata-kata Anna bergaung di kepalaku seperti lagu yang tidak bisa kuabaikan. Membatalkan kontrak? Mengubah sandiwara kita menjadi nyata? Itu sesuatu yang bahkan belum pernah kuizinkan untuk dipikirkan, dan terlalu takut terjebak dalam harapan palsu.Sekali lagi, kata-kata Elisa menghantui, "Tidak ada orang yang akan memilih seseorang sepertimu." Apakah seorang pria seperti Adriel Mahendra, seorang yang kaya, cerdas, dan pewaris kerajaan anggur akan mau memilih untuk tetap bersamaku ketika dia tak lagi harus melakukannya? Saat kesepakatan selesai dan kakeknya sudah yakin?"Aku tidak tahu apakah dia ….""Kamu sudah tanya padanya?""Tentu saja tidak!""Kalau begitu, dari mana kamu tahu?" Nadanya terdengar kesal. "Dengar, kalau dia memperlihatkan tempat-tempat istimewa padamu, memberimu perhiasan, dan bercinta luar biasa sama kamu di kebun anggur ….""Aku tidak bilang itu luar biasa!""Hei, kamu tidak perlu bilang itu.
Read more