Pagi itu, kantor pusat Sonya Fast tetap berdenyut kencang meski sang pemilik utama, Sonya, harus beristirahat total di rumah Kemang akibat kondisi fisiknya yang kian melemah. Jessy, yang merasa perlu membuktikan bahwa Bobi adalah pria yang layak dibanggakan, nekat membawa kekasih barunya itu ke kantor. Ia ingin Bobi mulai terbiasa dengan lingkungan bisnis keluarga Baskoro."Kamu tenang saja, Bob. Hari ini Kak Sonya nggak masuk, jadi suasananya nggak akan terlalu tegang," bisik Jessy sambil menggandeng lengan Bobi melewati lobi.Namun, harapan Jessy agar ayahnya, Pak Baskoro, memberikan sambutan hangat ternyata meleset. Saat mereka memasuki ruangan komisaris, Baskoro hanya mendongak sebentar dari tumpukan dokumennya. Wajahnya datar, tidak menunjukkan antusiasme sedikit pun."Siang, Om. Saya mampir sebentar untuk menemani Jessy," sapa Bobi dengan nada yang dibuat sehormat mungkin.Baskoro hanya mengangguk singkat. "Siang. Jessy, kalau mau a
Read More