Pagi buta di Jakarta Selatan masih diselimuti embun tipis ketika mobil SUV mewah berwarna hitam metalik itu keluar dari gerbang rumah Kemang. Di kursi kemudi, Pak Dirman tampak sigap dengan seragam rapinya, sementara di sampingnya duduk Arya yang terus memantau navigasi. Di baris tengah, Sonya bersandar nyaman dengan bantal-bantal empuk yang disiapkan Mbak Tini, sementara Jessy tertidur pulas di sebelahnya. Pak Baskoro duduk di baris belakang, terdiam menatap jalanan tol yang mulai ramai oleh truk-truk logistik."Gimana, Sonya? Perutnya nggak apa-apa kena guncangan sedikit?" tanya Baskoro memecah kesunyian saat mobil mulai memasuki Tol Trans Jawa.Sonya menoleh sedikit sambil mengelus perutnya yang membuncit. "Aman, Pa. Dedek bayi kayaknya pinter banget, dia nggak rewel. Malah aku yang laper terus nih, untung Mbak Tini bawain bekal risol sama lemper banyak banget.""Baguslah. Ar, nanti kalau capek bilang ya, biar kita gantian di rest area," ucap Baskoro
続きを読む