แชร์

Bab 129 Pagi yang Ranum di Kemang

ผู้เขียน: Irbapiko
last update วันที่เผยแพร่: 2026-02-07 08:05:26

Semburat cahaya matahari pagi menerobos celah gorden kamar utama yang mewah, memantul di atas sprei sutra yang masih berantakan. Di atas ranjang itu, Sonya masih terlelap dalam tidur yang paling nyenyak selama sebulan terakhir. Nafasnya teratur, wajahnya yang pucat kini mulai menampakkan rona kemerahan yang sehat. Namun, sisi kasur di sampingnya sudah kosong.

Arya sudah bangun sejak pukul enam pagi. Tubuhnya terasa segar setelah mandi air dingin yang membasuh sisa lelah perjalanan sema

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 975 Konsolidasi Internal Korporasi

    Panggilan telepon tengah malam dari ruang kendali pengamanan kantor pusat itu langsung diangkat oleh Arya Baswira dengan sangat sigap tanpa menunggu dering kedua berbunyi di atas nakas kamar tidur utama.Pria berbadan kekar itu mendengarkan laporan singkat dari kepala keamanan malam kantor yang mengonfirmasi bahwa penyusup pengirim teror amplop gelap telah berhasil diamankan di pos penjagaan gerbang belakang."Waduhhh... Bagus sekali! Interogasi orang bayaran itu sampai tuntas malam ini juga tanpa ampun dan serahkan seluruh buktinya ke pihak kepolisian besok pagi secara resmi," perintah Arya dengan nada suara tegas tanpa keraguan.Sonya Baskoro duduk bersandar di kepala ranjang mengenakan selimut sutra halus berbalut piyama tidur mewah, menatap suaminya dengan sorot mata setajam elang penuh wibawa Ratu Besi yang tidak pernah luntur."Siapa yang menelepon selarut ini, suamiku? Apakah ada kabar buruk lagi dari pos penjagaan kantor pusat kita?" tanya Sonya dengan suara dingin menyelidik p

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 974 Pemulihan Pasca Badai

    Kotak kecil berbungkus pita hitam yang tergeletak di depan pintu utama rumah mewah itu segera disingkirkan oleh Arya Baswira dengan gerakan sigap penuh waspada.Pria berbadan kekar tersebut membuka kotak itu perlahan di bawah sorot lampu teras, mendapati isinya hanyalah sebuah cinderamata bisnis biasa dari kolega lama di korporasi."Waduhhh... Ternyata cuma kiriman suvenir replika truk logistik mini dari asosiasi pengusaha, bukan ancaman berbahaya seperti yang kita duga sejak dari kantor tadi," gumam Arya lega.Sonya Baskoro yang berdiri di samping suaminya mengembuskan napas panjang, merapikan kerah jas abu-abunya sambil memasang ekspresi dingin khas Ratu Besi yang mendominasi."Bikin jantungan saja kurir pengantar paket malam-malam begini... Masuk ke dalam rumah sekarang, suamiku, aku sudah sangat lelah menghadapi intrik mereka," ucap Sonya tegas melangkah masuk.Arya menyusul istrinya masuk ke dalam ruang tamu rumah mewah yang tertata rapi, memastikan seluruh pintu dan jendela terku

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 973 Pergulatan Sensual Kabin

    Surat ancaman dan foto misterius di dalam amplop gelap itu seketika dibuang begitu saja ke dalam tempat sampah oleh tangan kokoh Arya Baswira tanpa ragu.Pria berbadan kekar itu menatap tajam ke arah istrinya, memastikan mental sang Ratu Besi tidak goyah sedikit pun oleh teror murahan pengirim tak dikenal."Waduhhh... Jangan biarkan sampah tidak berguna seperti ini merusak jadwal perayaan kemenangan mutlak kita di kabin mobil malam ini, Majikanku," gerutu Arya tajam.Sonya Baskoro menarik napas panjang, menepis sisa amarah di dadanya lalu kembali memasang ekspresi dingin dan angkuh khas Direktur Utama Marunda Fast."Kau benar, suamiku... Tidak ada satu pun pengirim surat pengecut yang bisa menghentikan dominasi kita setelah kemenangan telak di pengadilan kemarin," ucap Sonya dingin.Jam operasional kantor pusat akhirnya berakhir pada pukul enam sore, menandai saatnya rombongan petinggi korporasi meninggalkan gedung menuju rumah mewah mereka.Mobil Alphard hitam mewah melaju mulus membe

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 972 Konvoi Syukuran Pangkalan

    Suasana di area pangkalan tronton utama pagi menjelang siang hari itu mendadak riuh rendah dipenuhi oleh sorak sorai gembira para supir dan kernet logistik.Spanduk besar bertuliskan ucapan syukur atas kemenangan mutlak PT Marunda Fast di Pengadilan Niaga terbentang lebar di atas gerbang masuk pangkalan tronton.Slamet berdiri tegap di atas bak truk tronton paling depan mengenakan rompi keselamatan hijau terang, memegang pengeras suara portabel dengan penuh semangat berapi-api."Waduhhh... Kabar kemenangan Bu Direktur di pengadilan niaga kemarin siang benar-benar membawa berkah luar biasa bagi rezeki kita semua di pangkalan!" seru Slamet lantang.Puluhan supir senior menyambut seruan tersebut dengan bunyi klakson angin truk yang menderu bersahut-sahutan membelah udara pagi yang cerah tanpa hambatan.Cindy berjalan mendekati barisan truk sambil membawa nampan berisi gelas-gelas ko

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 971 Putusan Resmi Pengadilan Niaga

    Suasana di dalam ruang sidang utama Pengadilan Niaga pagi itu mendadak hening total begitu majelis hakim ketua mengetuk palu sidang tiga kali berturut-turut.Semua mata pengunjung dan awak media berita tertuju tajam ke arah meja pimpinan majelis hakim yang mulai membongkar bundel berkas putusan akhir perkara.Arya Baswira duduk tegap dengan postur siaga penuh di sisi kanan meja tergugat, melirik sekilas ke arah layar ponsel yang baru saja ia simpan ke dalam saku jas.Sonya Baskoro duduk anggun di samping suaminya dengan balutan jas formal abu-abu gelap, memancarkan wibawa Ratu Besi yang dingin dan tidak tergoyahkan."Waduhhh... Wajah hakim ketua nampak sangat serius saat membuka lembar demi lembar amar putusan sengketa logistik ini," bisik Arya pelan.Sonya menoleh sekilas, menyunggingkan senyuman tipis penuh percaya diri di balik bibir merahnya tanpa memperlihatkan sedikit pun r

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 970 Persiapan Akhir Vonis

    Matahari pagi menyinari gedung pencakar langit PT Marunda Fast dengan pancaran sinar terang yang menembus celah kaca jendela lantai tiga.Arya Baswira berdiri tegap di depan meja kerja direktur utama, merapikan setumpuk dokumen bundel berkas perkara sengketa niaga yang sangat tebal.Pria berbadan kekar itu mengenakan kemeja putih lengan panjang dengan dasi hitam tersimpul rapi, memancarkan aura Manajer Keuangan yang sangat diandalkan.Sonya Baskoro duduk di kursi eksekutif kulit hitam mengenakan setelan jas abu-abu gelap berwibawa tinggi, menatap layar komputer dengan saksama.Wibawa dingin Ratu Besi kembali menyelimuti seluruh ruangan kerja utama, menepis jauh bayang-bayang keintiman malam sebelumnya tanpa ada keraguan."Waduhhh... Jadwal pembacaan putusan vonis akhir dari majelis hakim Pengadilan Niaga dijadwalkan tepat pukul sepuluh pagi ini," gumam Arya serius.

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status