Beranda / Romansa Pria / Gairah Sopir dan Majikan / Bab 129 Pagi yang Ranum di Kemang

Share

Bab 129 Pagi yang Ranum di Kemang

Penulis: Irbapiko
last update Tanggal publikasi: 2026-02-07 08:05:26

Semburat cahaya matahari pagi menerobos celah gorden kamar utama yang mewah, memantul di atas sprei sutra yang masih berantakan. Di atas ranjang itu, Sonya masih terlelap dalam tidur yang paling nyenyak selama sebulan terakhir. Nafasnya teratur, wajahnya yang pucat kini mulai menampakkan rona kemerahan yang sehat. Namun, sisi kasur di sampingnya sudah kosong.

Arya sudah bangun sejak pukul enam pagi. Tubuhnya terasa segar setelah mandi air dingin yang membasuh sisa lelah perjalanan sema

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 972 Konvoi Syukuran Pangkalan

    Suasana di area pangkalan tronton utama pagi menjelang siang hari itu mendadak riuh rendah dipenuhi oleh sorak sorai gembira para supir dan kernet logistik.Spanduk besar bertuliskan ucapan syukur atas kemenangan mutlak PT Marunda Fast di Pengadilan Niaga terbentang lebar di atas gerbang masuk pangkalan tronton.Slamet berdiri tegap di atas bak truk tronton paling depan mengenakan rompi keselamatan hijau terang, memegang pengeras suara portabel dengan penuh semangat berapi-api."Waduhhh... Kabar kemenangan Bu Direktur di pengadilan niaga kemarin siang benar-benar membawa berkah luar biasa bagi rezeki kita semua di pangkalan!" seru Slamet lantang.Puluhan supir senior menyambut seruan tersebut dengan bunyi klakson angin truk yang menderu bersahut-sahutan membelah udara pagi yang cerah tanpa hambatan.Cindy berjalan mendekati barisan truk sambil membawa nampan berisi gelas-gelas ko

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 971 Putusan Resmi Pengadilan Niaga

    Suasana di dalam ruang sidang utama Pengadilan Niaga pagi itu mendadak hening total begitu majelis hakim ketua mengetuk palu sidang tiga kali berturut-turut.Semua mata pengunjung dan awak media berita tertuju tajam ke arah meja pimpinan majelis hakim yang mulai membongkar bundel berkas putusan akhir perkara.Arya Baswira duduk tegap dengan postur siaga penuh di sisi kanan meja tergugat, melirik sekilas ke arah layar ponsel yang baru saja ia simpan ke dalam saku jas.Sonya Baskoro duduk anggun di samping suaminya dengan balutan jas formal abu-abu gelap, memancarkan wibawa Ratu Besi yang dingin dan tidak tergoyahkan."Waduhhh... Wajah hakim ketua nampak sangat serius saat membuka lembar demi lembar amar putusan sengketa logistik ini," bisik Arya pelan.Sonya menoleh sekilas, menyunggingkan senyuman tipis penuh percaya diri di balik bibir merahnya tanpa memperlihatkan sedikit pun r

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 970 Persiapan Akhir Vonis

    Matahari pagi menyinari gedung pencakar langit PT Marunda Fast dengan pancaran sinar terang yang menembus celah kaca jendela lantai tiga.Arya Baswira berdiri tegap di depan meja kerja direktur utama, merapikan setumpuk dokumen bundel berkas perkara sengketa niaga yang sangat tebal.Pria berbadan kekar itu mengenakan kemeja putih lengan panjang dengan dasi hitam tersimpul rapi, memancarkan aura Manajer Keuangan yang sangat diandalkan.Sonya Baskoro duduk di kursi eksekutif kulit hitam mengenakan setelan jas abu-abu gelap berwibawa tinggi, menatap layar komputer dengan saksama.Wibawa dingin Ratu Besi kembali menyelimuti seluruh ruangan kerja utama, menepis jauh bayang-bayang keintiman malam sebelumnya tanpa ada keraguan."Waduhhh... Jadwal pembacaan putusan vonis akhir dari majelis hakim Pengadilan Niaga dijadwalkan tepat pukul sepuluh pagi ini," gumam Arya serius.

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 969 Perayaan Kecil di Ruang Kerja

    Lampu kristal gantung di ruang kerja direktur utama lantai tiga gedung Marunda Fast memancarkan cahaya kekuningan yang hangat dan menenangkan di tengah keheningan malam itu.Arya Baswira meletakkan amplop cokelat misterius berisi foto masa lalu di atas permukaan meja kerja marmer yang dingin, lalu menatap tajam ke arah istrinya dengan saksama.Sonya Baskoro berdiri tepat di samping meja, melipat kedua tangan di dada dengan balutan kemeja putih formal yang sedikit kusut usai menjalani persidangan yang melelahkan."Waduhhh... Amplop sialan ini benar-benar datang di saat yang paling tidak tepat ketika kita baru saja merayakan kemenangan besar di persidangan," gerutu Arya tajam.Sonya menghela napas panjang perlahan, menatap foto lama yang memperlihatkan masa lalu mereka sebelum pria berbadan tegap di hadapannya bertransformasi menjadi seorang Manajer Keuangan."Biarkan saja foto masa lalu itu tergeletak menjadi sampah di atas meja kerja ini... Yang terpenting saat ini adalah bagaimana kit

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 968 Pencabutan Kesaksian Palsu

    Suasana di dalam ruang sidang utama Pengadilan Niaga pada pagi menjelang siang hari itu terasa sangat riuh oleh bisikan para pengunjung serta sorotan lampu kilat awak media berita.Majelis hakim ketua mengetuk palu sidang tiga kali berturut-turut dengan keras untuk menertibkan jalannya persidangan lanjutan sengketa logistik korporasi yang sangat menyita perhatian publik.Arya Baswira sang mantan sopir Ratu Besi itu pun duduk tegap di sisi kanan meja tergugat mengenakan setelan jas hitam formal berbalut kemeja putih rapi, mendampingi Sonya yang memancarkan wibawa Ratu Besi.Wajah Direktur Utama PT Marunda Fast itu tampak sangat dingin, angkuh, dan memegang kendali penuh atas jalannya agenda pembuktian krusial hari ini di hadapan hukum."Waduhhh... Saksi kunci bayaran dari pihak konsorsium sebelah nampak bergetar ketakutan di kursi saksi sejak sidang dibuka tadi," gumam Arya tajam melirik ke arah depan.Sonya menyunggingkan senyuman tipis penuh kemenangan di balik bibir merahnya, menatap

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 967 Aliran Dana Gelap Kompetitor

    Pintu kayu jati ruang kerja direktur utama lantai tiga gedung pusat Marunda Fast perlahan terbuka menampilkan sosok Cindy yang berdiri membawa tumpukan map biru tebal.Sekretaris andalan itu tersenyum canggung melihat posisi Arya dan Sonya yang berdiri terlalu dekat di dekat meja sortir dokumen keuangan perusahaan sore itu."Waduhhh... Maaf Bu Direktur, saya tidak bermaksud mengganggu sesi privat bapak dan ibu di ruang kerja utama sore hari ini," ucap Cindy salah tingkah sambil menunduk.Sonya berdeham pelan untuk memulihkan wibawanya, merapikan kerah jas hitam formalnya dengan cepat lalu kembali memasang ekspresi wajah dingin dan berwibawa seorang Ratu Besi."Tidak apa-apa, Cindy... Masuklah ke dalam ruangan. Ada laporan penting apa lagi yang harus kita selesaikan sebelum jam operasional kantor hari ini resmi berakhir?" tanya Sonya tegas.Cindy melangkah masuk mendekati meja kerja direktur utama, meletakkan map biru berisi transkrip laporan audit investigasi tambahan yang baru saja ma

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status