"Mas Arya, lihat layarnya! Gedung kita..."Sonya menjerit pelan, suaranya tercekat di tenggorokan yang terasa terbakar. Ia menunjuk layar televisi lobi rumah sakit yang menampilkan reruntuhan lantai eksekutif Sonya Fast yang baru saja diledakkan. Pupil matanya melebar, merekam kepulan asap hitam yang membubung tinggi, melumat habis kantor yang selama ini menjadi takhta kekuasaannya.Arya tidak menoleh ke arah layar; fokusnya terkunci pada pintu ruang isolasi tempat Anya baru saja dilarikan. Bau disinfektan yang tajam menusuk rungu, beradu dengan aroma amis darah dari luka gores di lengannya sendiri. Internal Monologue Arya: Bakar saja gedungnya, Saraswati. Tapi jika anakku tidak bangun, aku akan pastikan kamu tidak punya tempat untuk bersembunyi di dunia ini."Lupakan gedungnya, Sonya. Fokus pada Anya!" Arya membentak pelan, namun jemarinya yang mencengkeram bahu Sonya gemetar hebat.Di sudut lobi medis, Brian sedang melakukan panggilan
Last Updated : 2026-04-29 Read more