"Dokter! Lakukan sesuatu! Garisnya datar!"Sonya meraung sembari menghantam kaca steril ruang isolasi, suaranya parau tertelan bunyi melengking monitor yang memekakkan rungu. Pupil matanya mengecil tajam, merekam tubuh kecil Anya yang tersentak akibat kejutan listrik pertama dari alat defibrilator. Napas Sonya tersengal, dadanya sesak luar biasa seolah oksigen di lobi medis itu telah habis disedot oleh kematian yang sedang mengintai.Arya segera mendekap bahu Sonya dari belakang, memberikan tekanan fisik yang sangat dominatif agar istrinya tidak ambruk ke lantai marmer yang dingin. Bau maskulin Arya yang panas bercampur aroma disinfektan menciptakan sensasi sensorik yang mentah di tengah kepungan maut. Internal Monologue Arya: Saraswati, jika anakku tidak bangun, aku akan memastikan seluruh Jogja tahu bagaimana rasanya kehilangan segalanya.***Di kantor Yayasan Kuningan, Brian menatap layar monitor dengan wajah sekeras batu karang sembari tangan
Read more