"Lacak nomor rekening pengirim donasi itu sekarang juga, Brian! Aku tidak peduli seberapa rumit enkripsinya, aku mau nama aslinya ada di mejaku sebelum makan siang!"Sonya menyalak ke arah layar monitor besar di ruang kerjanya, suaranya memantul tajam pada dinding kaca gedung Sonya Fast. Pupil matanya melebar, napasnya memburu hingga blazer sutra merah yang dikenakannya tampak naik-turun dengan ritme yang tidak stabil. Di layar, Brian tampak mengangguk kaku dari kantor Yayasan Kuningan, jemarinya bergerak cepat di atas papan ketik sementara wajahnya menunjukkan ketegangan yang sama besarnya."Tenang, Sonya. Brian sedang bekerja, jangan buat dia kehilangan fokus karena amarahmu," potong Arya yang berdiri di dekat jendela, suaranya rendah namun penuh otoritas yang seketika mendinginkan suhu ruangan."Bagaimana aku bisa tenang, Mas? Orang ini tahu tentang loyalitas, dia tahu kita sedang mengonsolidasi pangkalan!" Sonya berbalik, menatap Arya dengan jemari
더 보기