Mobil terus melaju tenang, membelah gemerlap lampu Jakarta yang terpantul indah pada kaca jendela. Areta terdiam cukup lama, menatap deretan gedung pencakar langit yang tampak seperti tumpukan permata di kejauhan. Namun, pikirannya tidak lagi pada kemewahan itu.Perlahan, Areta mengalihkan pandangan. Ia menoleh, melirik suaminya yang masih duduk tegak dengan kaku. Dengan gerakan lembut yang membuat Adam terkesiap, Areta memutar posisi duduknya, menghadapkan dirinya sepenuhnya pada Adam. Ia bahkan meraih kedua lutut Adam, mengarahkannya agar pria itu duduk berhadapan dengannya.Tanpa peringatan, Areta mengulurkan tangan dan melepas kacamata tebal yang bertengger di hidung Adam.Adam tersentak, tangannya refleks meraba udara. "Are, apa yang kamu lakukan?" tanyanya bingung.Areta tidak menjawab. Ia menjauhkan kacamata itu, menyimpannya di pangkuan. "Apa kamu bisa melihatku?" tanya Areta lembut."Bisa ... tapi kurang jelas," jawab Adam jujur. Ia menyipitkan mata, berusaha memfokuskan panda
Last Updated : 2026-01-05 Read more