مشاركة

Bau Curiga

مؤلف: Chili Cemcem
last update تاريخ النشر: 2026-01-10 23:58:51
Malam semakin larut. Di rumah kecil itu, suasana begitu tenang. Adam memastikan tidak ada suara dari kamar Areta. Ia berjalan berjinjit, melewati ruang tengah yang penuh dengan tumpukan kain, lalu berhenti sejenak di depan pintu kamar Areta yang tertutup rapat.

Ia mendengarkan deru napas teratur istrinya dari balik pintu. Setelah yakin Areta sudah terlelap, Adam masuk ke kamarnya sendiri yang berada di bagian belakang rumah.

Ia mengambil kunci motor dan jaket. Lalu dengan langkah pelan, mengenda
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Pria Culun Itu Suamiku   Baju Pengantin Luna

    Pagi ini, butik terasa lebih tenang. Setelah mengantar Areta ke butik, dan Arkadia ke rumah mama Veronica, Adam langsung berangkat ke kantor.Saat Areta sedang menyusun sketsa di meja kerjanya, pintu butik terbuka. Luna melangkah masuk dengan senyum formal yang biasa ia tunjukkan di kantor pusat."Selamat pagi, Nyonya Areta," sapa Luna dengan takzim, membungkukkan kepalanya sedikit.Areta meletakkan pensilnya, lalu menatap Luna dengan senyum tipis yang penuh arti. "Luna, sudahlah. Berhenti memanggilku 'Nyonya' dengan nada sekaku itu. Kita sedang di butik, bukan di ruang rapat Rajawali Jaya."Luna sedikit tersentak, matanya membelalak kecil. "Jadi ... saya harus panggil apa, nyonya? Sis?” kekeh Luna.“Boleh. Kakak ... aku lebih suka. Aku ingin seorang adik perempuan. Kamu bukan hal yang buruk. Mau?”“Tentu, Nyonya. Eh ... maksud saya, Kakak Areta.”Areta mengangguk diiringi senyuman. “Luna, kudengar kamu ke sini bukan untuk urusan kantor pusat?"Luna tersenyum tulus, kali ini le

  • Pria Culun Itu Suamiku   Pengunduran Diri Luna

    Suasana di kantor pusat Rajawali Jaya terasa lebih tenang sore itu, namun tidak di meja kerja Luna. Wanita yang dikenal sebagai “tangan kanan” Adam yang paling tangguh itu kini hanya terduduk diam. Di hadapannya, sebuah amplop putih bersih terletak di atas meja marmer yang biasanya dipenuhi tumpukan berkas dan jadwal CEO.Selembar surat di dalamnya terasa begitu berat, meski hanya terdiri dari beberapa paragraf. Surat pengunduran diri.Luna menyentuh permukaan amplop itu dengan ujung jarinya. Menjadi sekretaris Adam bukan sekadar pekerjaan baginya, itu adalah identitasnya selama bertahun-tahun. Ia yang mengatur setiap detak napas perusahaan ini, ia yang menjadi tameng Adam di saat-saat tersulit, dan ia pula yang menjadi saksi bisu kembalinya cinta Adam dan Areta.“Apa aku benar-benar sanggup meninggalkan semua ini?” bisiknya pada keheningan ruangan.Namun, bayangan wajah Pierre seketika melintas di benaknya. Pierre, pria Paris dengan senyum santai dan selera humor yang mampu merunt

  • Pria Culun Itu Suamiku   Rumah Baru

    Suasana di ruang tengah yang tadinya ceria mendadak berubah haru ketika Adam dan Areta menyampaikan rencana kepindahan mereka. Mama Veronica yang sedang memangku Arkadia seketika mempererat pelukannya pada sang cucu, seolah takut malaikat kecil itu akan dibawa pergi detik itu juga.“Pindah? Secepat itu?” suara Veronica sedikit bergetar. Ia menatap Adam dan Areta bergantian dengan tatapan memohon.“Adam, Are ... apa tidak bisa ditunda sebentar lagi?” Veronica mulai melakukan negosiasi, matanya nampak berkaca-kaca. “Bagaimana kalau menunggu Arkadia bisa jalan dulu? Setidaknya sampai dia benar-benar lancar bicaranya. Dia masih terlalu kecil untuk pindah ke lingkungan baru.”Areta mendekat, duduk di samping ibunya dan mengelus lengannya lembut. “Ma, rumahnya tidak jauh kok. Hanya beda kecamatan saja.”“Tetap saja beda rumah, Areta!” potong Veronica cepat. “Begini saja, bagaimana kalau kalian saja yang menginap di rumah baru itu setiap akhir pekan? Seperti staycation. Mama sangat tidak

  • Pria Culun Itu Suamiku   Izin Ke Mertua

    Sinar matahari pagi menyelinap malu-malu melalui celah gorden otomatis di kamar baru mereka. Areta perlahan membuka mata, merasakan kehangatan yang melingkupinya. Ia mendongak dan menemukan wajah Adam yang tampak begitu damai dalam tidurnya, sangat berbeda dengan sosok CEO yang dingin saat di kantor.Areta tersenyum manis, jemarinya hampir saja menyentuh rahang suaminya yang tegas. Namun, sedetik kemudian, kesadarannya pulih sepenuhnya. Ia melirik ke bawah selimut sutra mereka, teringat akan pergulatan manis semalam yang menjadi penutup sempurna hari pernikahan mereka.Wajahnya mendadak panas. Dengan gerakan panik yang kikuk, Areta menarik selimut lebih tinggi, menutupi hingga ke dagunya. "Duh, bagaimana ini ...," gumamnya gelisah, jantungnya berdegup kencang karena rasa malu yang tiba-tiba menyerang.Pergerakan Areta membuat Adam terusik. Pria itu menguap kecil, mengucek matanya dengan malas, lalu bukannya menjauh, ia justru melingkarkan lengannya di pinggang Areta dan menariknya

  • Pria Culun Itu Suamiku   Lupa Sesuatu

    Di dalam mobil yang melaju membelah keheningan malam, Adam tidak melepaskan genggaman tangannya dari Areta. Ia bisa merasakan jemari istrinya yang sedikit dingin dan gelisah—sebuah tanda bahwa separuh hati Areta masih tertinggal di kamar bayi tadi.“Dia akan baik-baik saja, Are,” bisik Adam lembut, seolah bisa membaca setiap kecemasan yang berputar di kepala istrinya. “Kamu adalah ibu yang luar biasa. Justru karena kamu ibu yang hebat, kamu berhak mendapatkan waktu untuk bernapas sejenak. Arkadia pasti bangga punya Mama yang bahagia.”Areta hanya tersenyum tipis, mencoba mengusir rasa bersalahnya. Ia menyandarkan kepalanya di bahu Adam, merasakan detak jantung suaminya yang tenang dan stabil, hingga akhirnya mobil mulai melambat dan berbelok memasuki sebuah kawasan yang sangat asri.Kejutan di Balik GerbangMobil berhenti dengan perlahan. Adam tidak langsung membukakan pintu, ia membiarkan Areta melihat sendiri apa yang ada di depannya.“Kita sudah sampai,” ujar Adam lirih.Aret

  • Pria Culun Itu Suamiku   Pergi Berdua Saja?

    Mobil hitam yang membawa Adam meluncur mulus melewati jalur pintas yang telah dipetakan oleh Luna. Jalanan seolah berpihak padanya hari ini; tidak ada kemacetan berarti. Saat mobil berbelok memasuki area kediaman Papa Rajes, Adam melihat pagar besi tinggi itu sudah terbuka lebar, dijaga oleh tim keamanan yang memberikan hormat sigap saat ia melintas.Halaman depan masih nampak lengang dari kendaraan tamu, namun aura kemegahan sudah terasa. Lampu-lampu kristal yang tergantung di pepohonan mulai berpijar lembut, menyambut senja yang mulai turun.Begitu mobil berhenti, Adam tidak membuang waktu. Ia melangkah lebar menuju area studio pribadinya yang terletak di sayap kanan rumah. Di sana, Luna sudah menyiapkan segala keperluan terakhirnya.Dengan gerakan cekatan namun tenang, Adam mengganti kemeja kerjanya yang sedikit lembap dengan kemeja putih baru yang kaku dan rapi. Ia mengenakan jas navy, hasil desain khusus yang selaras dengan tema Arkadia Series, yang melekat sempurna di bahunya

  • Pria Culun Itu Suamiku   Kesepakatan Sesama Wanita

    Jean-Pierre bergegas menghampiri Areta yang terduduk lemas. Saat ia menarik lengan Areta untuk membantunya berdiri, sebuah benda plastik kecil terjatuh dari saku mantel yang tersampir di kursi. Jean-Pierre tertegun sejenak saat melihat dua garis merah yang sangat jelas di atas lantai studio yang di

  • Pria Culun Itu Suamiku   Pemberian Tak Masuk Akal

    Areta keluar dari kamar dengan langkah pelan. Ruang tamu sudah kembali lengang. Dua perempuan tadi, Bu Sukma dan Bu Latifah tampak tidak ada lagi. Yang tersisa hanya Adam, duduk di kursi kayu rendah, tubuh sedikit membungkuk, fokus pada kain yang sedang ia jahit. Mesin jahitnya diam. Tangannya beker

  • Pria Culun Itu Suamiku   Pujian Tetangga

    “Mana istrimu, Dam?” tanya Bu Sukma, tetangga Adam, sambil berdiri di ambang pintu.“Oh, dia lagi di kamar, Bu Sukma,” jawab Adam ramah sambil mempersilakan perempuan itu masuk.“Oh… pengantin baru, ya. Pantesan di kamar terus,” Bu Sukma terkekeh, menutup mulut dengan satu tangan. Tangan lainnya me

  • Pria Culun Itu Suamiku   Senyuman Adam

    Adam berdiri lama di depan wastafel, tangan masih bersabun. Ia menatap piring yang tadi dipakai Areta, piring yang kini kosong, benar-benar bersih tanpa sisa sambal apa pun.Sudut bibirnya terangkat sedikit. Tapi hanya sebentar.Jangan keburu senang, batinnya menegur dirinya sendiri.Ia membilas pir

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status