Di dapur kecil yang sempit, Margarethe membuka buku resep tua—lembarannya lusuh, penuh bercak minyak dan catatan tangan yang saling tumpang tindih. Di meja, bahan makanan sederhana tersusun apa adanya: kentang, bawang, dan sisa kaldu dari tempat sebelumnya. “Ada sisa kentang, bawang, dan…” Margarethe berhenti, mengerutkan dahi. “…tunggu. Siapa yang mencorat-coret buku resepku?” Adelheid, yang semula duduk santai di kursi, berdiri dan mendekat dari belakang. Ia melirik halaman itu, lalu mengangkat alis. “Maksudmu ‘Tambahkan sedikit merica biar ada kejutan’ ini?” Margarethe menyipitkan mata. “Ini bukan tulisanku.” Ia menoleh tajam ke arah Adelheid. “Kau?” “Jangan lihat aku seperti itu. Aku menulis catatan lebih jujur,” jawab Adelheid ringan. Dari dekat jendela, Leonhardt bersuara pelan tanpa menoleh. “…Mungkin tikus.” Adelheid menoleh lambat. Tatapannya tajam. “Tikus yang tahu proporsi bumbu dapur dan menulis dengan huruf tegak bersambung rapi seperti kepala seko
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-01-01 อ่านเพิ่มเติม