"Kalau mau nipu, yang profesional sedikit lah.""Kejar pejabat korup saja sana. Uang mereka banyak. Tipu salah satu saja pasti bisa dapat miliaran.""Awas ya, jangan telepon aku lagi."Setelah selesai memaki, Ayu menutup telepon.Melihat kemarahan adiknya, Dhana berusaha menghibur."Ayu, sudah lihat di berita belum? Penipu lewat telepon itu dijaga orang bersenjata. Kalau sudah sadar itu penipuan, jangan repot-repot, langsung matikan saja teleponnya."Dhana lalu mengubah pembicaraan."Pejabat korup mungkin kaya, tapi mereka punya otak licik. Nggak semudah itu nipu mereka."Tak lama setelah telepon ditutup, ponsel Ayu berdering lagi."Astaga, masih terus-terusan lagi?"Dia mengeluarkan ponselnya dan melihat nomor yang berbeda dari tadi. Yang mengejutkan Ayu, nomor itu bahkan menampilkan nama."Wah, penipu yang ini canggih. Nomor mereka disamarkan langsung pakai nama. Penyamarannya bagus."Dengan wajah cemberut, Ayu tetap menjawab telepon."Penipu sialan, berani telepon lagi? Aku sudah bi
Read more