Setelah ditampar dan ditendang berulang kali, Anton merasakan sakit yang luar biasa dan diliputi keraguan.Tapi Jono telah memerintahkannya untuk diam. Kata-kata yang hampir terucap dari bibirnya harus ditelan kembali. Rasa frustrasi hampir membuatnya sesak napas!Melihat Anton dipukuli, Mawar benar-benar tertegun.Bukankah Jono dipanggil oleh Anton? Kenapa dia malah menyerang Anton, bukannya menghajar Dhana?Apa yang sebenarnya terjadi?Ayu menatap dengan mata terbelalak, sama bingungnya. Dia melirik Anton yang tergeletak di tanah, lalu menatap Mawar dengan tatapan penuh tanya. Mawar juga menatapnya, keduanya sama-sama bingung.Dan apa yang terjadi selanjutnya benar-benar di luar dugaan mereka.Jono menundukkan kepalanya dan menghampiri Dhana sambil membungkuk dan menggaruk-garuk kepalanya, dengan senyum menjilat di wajahnya."Bang Dhana, kalau aku tahu Anton memintaku ke sini untuk memberi pelajaran kepadamu, walaupun aku punya nyali seratus kali lipat, aku nggak akan berani."Anak b
Read more