Di ruang tengah yang luas, Kaelan duduk dengan kaki bersilang, tampak sangat tekun menatap sebuah buku tebal di tangannya. Namun, telinganya terus terjaga hingga deru mesin mobil Aiden terdengar di halaman depan."Papa…!" Alora berlari masuk dengan wajah berseri-seri, langsung menghampiri Kaelan di sofa.Kaelan menutup bukunya perlahan, seolah baru saja terganggu dari bacaan yang sangat berat. "Hai Sayang, sudah mendapatkan sepatunya?""Sudah! Warna pink, Alora suka banget! Papa harus lihat," ucap Alora penuh semangat, matanya berbinar menceritakan petualangan singkatnya."Oke, Papa akan lihat nanti. Sekarang kamu cari Mama, ya? Mau makan atau mandi dulu, ayo," perintah Kaelan lembut sambil mengusap puncak kepala putrinya."Oke, Papa!" Alora berbalik ke arah Aiden yang berdiri tak jauh dari sana. "Paman Aiden, Alora pergi dulu ya!""Iya, dah..." sahut Aiden santai."Dada..!" Alora melambaikan tangan mungilnya, lalu berlari menuju lift untuk naik ke kamarnya di lantai dua.Begitu Alora
Read more