Matahari sudah mulai condong ke barat, membiarkan semburat jingga menghiasi langit Sterling Manor. Namun, penderitaan Alora belum berakhir. Setelah "disiksa" dengan layar monitor berjam-jam, Kaelan justru memindahkan arena permainan ke taman bermain outdoor pribadi yang sangat mewah di area belakang mansion. Awalnya, Alora bersorak gembira. Ia berlarian, memakan cotton candy yang dibelikan pelayan, dan mencoba perosotan raksasa dengan antusias. Namun, seiring berjalannya waktu, kaki kecilnya mulai terasa berat. Napasnya tersengal, dan bajunya sudah mulai lembap oleh keringat. "Papa... Alora... Alora capek, mau masuk ke dalam," keluh Alora, terduduk lesu di atas rumput hijau yang terawat. Kaelan, yang sudah melepas jasnya dan hanya mengenakan kemeja putih dengan lengan tergulung, justru tampak sangat bugar. Ia sedang berdiri di dekat ayunan sambil menyesap espresso dinginnya. "Lho, kenapa capek? Ini kan baru sore, Sayang. Katanya mau main seharian? We still have so many things
Last Updated : 2026-03-05 Read more