Share

bab 25

Author: Mariahlia
last update publish date: 2026-03-18 22:18:57

Mesin mobil itu masih menyala pelan. Suaranya nyaris tidak terdengar. Hanya getaran halus yang terasa dari setir yang sedang digenggam erat oleh Febi.

Tangannya belum bergerak, masih bertengger manis di sana.

Ia terdiam, pikirannya masih tertuju pada sosok Langga– sugar Daddynya itu. Bayang-bayang kejadian semalam terus berkelebat di dalam kepalanya. Pipinya merona saat mengingat kejadian itu. Ia bahkan terus mendesah di bawah pria itu.

Pria itu benar-benar perkasa, sampai membuat Febi ke
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sugar Baby Dosen Tampan   bab 28

    Febi terdiam beberapa detik, cukup lama.Lampu kamar rumah sakit menyala putih.Cahaya itu jatuh lembut di wajah ibunya yang sedang tertidur.Napas ibunya terdengar pelan.Teratur.Namun tetap lemah.Febi mengangkat pandangannya sedikit.Menatap ke arah tempat tidur.Sangat lama.Dadanya terasa… berat.Satu sisi dirinya ingin tetap di sini.Duduk dan menjaga sang ibu.Memastikan ibunya baik-baik saja.Namun—di sisi lain—ada pesan itu.Pesan yang merupakan perintah yang mutlak.Yang tidak pernah benar-benar bisa ia abaikan.Febi menelan ludah.Jarinya bergerak pelan di atas layar.Namun tidak langsung membalas.Ia hanya menatap pesan itu.Seolah berharap kata-katanya berubah.Atau hilang.Namun tentu saja tidak.Pesan itu tetap di sana.Diam.Menunggu.Febi menghembuskan napas pelan.Lalu akhirnya—mengetik.|Saya di rumah sakit, pak.|Ia berhenti sebentar.Menatap tulisan itu.Lalu menekan kirim.Pesan terkirim.Dan lagi—tidak ada balasan.Sunyi.Febi menaruh ponselnya pelan di pangk

  • Sugar Baby Dosen Tampan   bab 27

    Lorong rumah sakit itu panjang. Lampu-lampu putih di langit-langit menyala terang.Sampai-sampai bayangan orang-orang di lantai terlihat pucat.Febi berjalan cepat di sana. Langkahnya besar. Tasnya tergantung di bahu. Namun terasa lebih berat dari biasanya. Tangannya menggenggam tali tas itu erat. Seolah itu satu-satunya yang bisa ia pegang saat ini.Suara sepatu perawat terdengar di setiap sudut. Suara roda ranjang berderit. Suara mesin dari dalam kamar-kamar.Semua bercampur menjadi satu Namun tidak benar-benar ia dengar.Pikirannya hanya tertuju pada satu pintu.Di ujung lorong.Nomor kamar itu.Yang sudah ia hafal.Tanpa perlu melihat lagi.Langkahnya cepat.Tangannya terangkat.Berhenti di depan gagang pintu.Diam. Beberapa detik.Napasnya tertahan. Ia baru saja di hubungi oleh suster yang menjaga sang ibu. Ibunya collapse lagi. Dan itu cukup membuat dada Febi sesak luar biasa. Lalu— perlahan ia mendorong pintu itu.Pintu terbuka.Tidak ada suara keras.Hanya bunyi kecil dar

  • Sugar Baby Dosen Tampan   bab 26

    Febi melangkah masuk ke dalam gedung fakultas.Langkahnya pelan. Sedikit tertahan.Sepatunya berbunyi lirih di lantai keramik yang bersih, menyatu dengan suara langkah mahasiswa lain yang lalu-lalang di sekitarnya.Suasana pagi itu… ramai seperti biasa.Terlalu biasa.Beberapa mahasiswa duduk di kursi panjang di dekat taman dalam, tertawa sambil membicarakan sesuatu yang ringan.Beberapa yang lain berjalan tergesa, mungkin takut terlambat kelas.Ada juga yang berdiri berkelompok di dekat papan pengumuman.Semua terlihat normal.Seperti hari-hari sebelumnya.Namun—tidak bagi Febi.Ia berjalan melewati mereka semua dengan perasaan yang tidak biasa.Dadanya terasa sedikit berat.Seolah ada sesuatu yang terus menekan dari dalam. Pikirannya tidak benar-benar fokus pada jalan di depannya.Melainkan— pada sosok yang baru saja ia lihat beberapa menit yang lalu.Langga.Tatapan itu. Hanya sekilas. Namun terasa terlalu dalam.Febi menghela napas pelan. Tangannya kembali meremas tali tas di bah

  • Sugar Baby Dosen Tampan   bab 25

    Mesin mobil itu masih menyala pelan. Suaranya nyaris tidak terdengar. Hanya getaran halus yang terasa dari setir yang sedang digenggam erat oleh Febi. Tangannya belum bergerak, masih bertengger manis di sana. Ia terdiam, pikirannya masih tertuju pada sosok Langga– sugar Daddynya itu. Bayang-bayang kejadian semalam terus berkelebat di dalam kepalanya. Pipinya merona saat mengingat kejadian itu. Ia bahkan terus mendesah di bawah pria itu. Pria itu benar-benar perkasa, sampai membuat Febi kewalahan. Di luar—Miko masih berdiri dengan wajah penuh kagum. Tangannya bahkan sesekali mengelus badan mobil di depannya ini. Sungguh selama ini ia hanya bisa bermimpi bisa memegang mobil mewah ini. “Kak… coba jalanin dikit deh,” katanya lagi, suaranya lebih pelan sekarang, seolah tidak ingin merusak momen itu. Febi tidak langsung menjawab. Matanya masih lurus ke depan. Namun pikirannya—tidak benar-benar ada di sana. Justru masih tertuju pada sosok. Langga. Padahal bagi Febi— itu ter

  • Sugar Baby Dosen Tampan   bab 24

    Febi masih berdiri di sana. Di tengah ruang tamu apartemen yang hangat. Dengan kartu hitam di satu tangan. Dan kunci mobil di tangan yang lain. Kedua benda itu masih terasa asing. Masih terasa terlalu berat untuk sekadar dipegang. Matanya perlahan turun menatap kunci itu lagi. Logam kecil itu berkilau pelan di bawah cahaya lampu. Tangannya sedikit bergerak. Sangat pelan. Seolah ia baru berani benar-benar menggenggamnya sekarang. Sementara di depannya— Langga masih berdiri dengan sikap yang sama tenangnya. “Besok kamu coba,” ucapnya pelan. Febi mengangkat kepala. “Coba…?” Langga mengangguk. “Mobilnya.” Febi terdiam. Beberapa detik. "Saya nggak bisa bawa mobil pak." Cicit Febi. Langga mendengus. "Akan saya suruh orang untuk ajarkan kamu naik mobil." Febi meringis lalu ia mengangguk kecil. “Iya… pak” Panggilan itu masih terdengar canggung. Namun kali ini tidak terlalu asing seperti sebelumnya. Langga hanya menatapnya sebentar. Lalu berjalan menjauh, kembali ke m

  • Sugar Baby Dosen Tampan   bab 23

    Motor itu terus melaju hingga akhirnya memasuki kawasan apartemen elit yang ada di kota Jakarta itu. Gedung-gedung tinggi berdiri berderet dengan lampu-lampu yang menyala di jendela mereka. Pengemudi motor memperlambat laju kendaraan. “Di sini ya, mbak?” tanyanya sambil menatap kawasan itu. Febi mengangkat kepala sedikit, kepalanya mengangguk perlahan. “Iya pak, di depan situ.” Motor berhenti di depan lobi apartemen. Febi turun perlahan. "Saya sudah bayar di aplikasi ya pak." "Siap Mbak" Motor itu pergi meninggalkannya. Sekarang Febi berdiri sendiri di depan gedung apartemen yang tinggi itu. Lampu-lampu lobi menyala terang. Beberapa orang keluar masuk gedung, tanpa peduli dengan kedatangan Febi. Semua terlihat seperti malam-malam biasa. Febi menarik napas panjang. Lalu melangkahkan kakinya masuk. Lantai marmer di dalam lobi memantulkan cahaya lampu gantung yang besar. Udara di dalam ruangan terasa lebih dingin karena AC. Lift itu berhenti beberap

  • Sugar Baby Dosen Tampan   bab 19

    Febi meremas kertas itu dengan kuat. Kertas tipis itu langsung kusut di dalam genggamannya. Beberapa detik ia hanya berdiri di sana. Diam. Matanya masih menatap tulisan tangan yang kini mulai sedikit terlipat di permukaan kertas. |Ini pil kontrasepsi. Kamu harus meminumnya. Saya tidak mau

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Sugar Baby Dosen Tampan   bab 12

    “Kak! Aku kecelakaan!”Suara di seberang sana pecah. Bukan hanya karena panik—tapi juga karena menahan tangis.Langkah Febi yang semula cepat mendadak terhenti tepat di ambang pintu kelas. Tubuhnya membeku. Buku yang ia genggam hampir terlepas.“Apa?” Di sekelilingnya, mahasiswa lain masih berlalu

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Sugar Baby Dosen Tampan   bab 17

    "Ah" "Ah" "Berhenti!!! Shhhh sakit. pak Langga." Namun, Langga seolah tuli, ia sama sekali tidak mendengar suara permohonan gadis di bawahnya. Ia terus memompa mengikuti ritme nalurinya. Sesekali ia mendesis, merasakan nikmat yang luar biasa. Tangannya mencengkram punggung Febi, memaju mu

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Sugar Baby Dosen Tampan   bab 18

    Cahaya pagi masuk perlahan melalui tirai tipis kamar itu. Awalnya hanya garis pucat yang merayap di lantai kayu yang mengilap. Garis cahaya itu tipis, hampir tidak terlihat jika seseorang tidak benar-benar memperhatikannya. Ia bergerak perlahan, seolah meraba permukaan lantai sebelum akhirnya mema

    last updateLast Updated : 2026-03-17
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status