Hujan bulan November mengguyur Bandung tanpa jeda sejak sore. Di luar jendela ruang kerja Prof. Soraya di Gedung C, langit gelap pekat, hanya diterangi kilat yang sesekali menyambar. Suara guntur menggelegar kejauhan, seirama dengan suasana hati penghuni ruangan itu.Jam dinding menunjukkan pukul delapan malam. Seharusnya gedung fakultas sudah sepi, tapi lampu di ruangan Soraya masih menyala terang.Di sofa tamu, sofa kulit tua tempat Brata dulu sering duduk membaca, kini diduduki Gilang.Dia tidak sedang bekerja. Dia duduk merosot, kepalanya bersandar di sandaran sofa, matanya terpejam. Kemejanya kusut, dasinya sudah dilepas dan dilempar ke meja. Di hadapannya, ada secangkir kopi hitam yang sudah dingin dan asbak yang penuh puntung rokok.Soraya duduk di kursi kerjanya,kursi kebesaran Brata, mengawasi Gilang dari kejauhan. Dia tidak sedang memeriksa laporan proyek. Dia hanya memutar-mutar pena di jarinya, membiarkan keheningan mengisi ruang di antara mereka."Rumah gue berisik,
Terakhir Diperbarui : 2026-01-24 Baca selengkapnya