Jumat siang minggu berikutnya. Apartemen Soraya kembali dipenuhi aroma masakan. Sesuai janji, gulai kambing yang kental dan gurih sudah tersaji di meja. Dagingnya empuk, kuahnya kuning pekat, dimasak dengan resep rahasia keluarga Soraya yang penuh rempah. Gilang datang tepat waktu, pukul 12.00. Kali ini, dia terlihat lebih tidak sabar. Begitu pintu tertutup, Gilang tidak menunggu makan siang. Dia langsung menyudutkan Soraya ke tembok, menciumnya dengan liar seolah dia sudah menahan napas selama seminggu penuh. Jas dan dasinya dilepas sembarangan, dilempar ke arah sofa namun meleset, jatuh ke lantai. "Makan dulu, Lang," protes Soraya di sela ciuman. "Nanti. Gue lebih laper sama ini," jawab Gilang, mengangkat tubuh Soraya. Satu jam berlalu dengan intensitas yang membakar. Mereka bercinta seolah besok dunia akan kiamat. Ada keputusasaan dalam setiap sentuhan Gilang, seakan dia sedang mencoba menimbun lubang di hatinya dengan fisik Soraya. Pukul 13.15. Gilang sedang makan gulai de
Last Updated : 2026-02-01 Read more