"A-apa, sih? Benaran, kok," sahut Amelia, sedikit terbata-bata."Jangan mengelak, Amelia. Keluar sekarang," desis Kayden dengan nada penuh emosi sebelum panggilan itu diputuskannya begitu saja.Amelia terdiam sejenak, terpaku, sampai Alvin yang berada di sampingnya menegur. Raut wajahnya terlihat khawatir. "Ada apa, Amel? Kamu dimarahi, ya?" Amelia segera menoleh dan menyunggingkan senyuman kecil yang dipaksakan. "Nggak, bukan apa-apa. Saya duluan ya, Pak. Makasih sudah nganter," jawabnya cepat, lalu membuka pintu dan turun dari mobil.Alvin memperhatikannya sejenak. Tapi karena Amelia tampak enggan memberitahu, jadi lebih baik diam saja. Alvin pun mulai melajukan kendaraannya kembali.Amelia masih berdiri di depan rumahnya, memastikan mobil Alvin benar-benar telah pergi. Matanya celingukan, menyapu sekeliling, namun tidak ada tanda-tanda Kayden di sana. Entah dari mana pria itu tahu dirinya berbohong."Dia cenayang kali, ya?" gumamnya asal. Sambil menarik napas pelan, Amelia berbal
Last Updated : 2026-01-04 Read more