"N-nggak, Pak. Itu bukan saya. Saya bahkan nggak tau ada pesan itu," jawab Amelia langsung, masih tak percaya dengan apa yang ia lihat di layar ponsel Alvin.Alvin langsung menarik napas panjang. "Jadi benar kan, kamu tidur sama laki-laki itu?"Amelia menelan ludah. Tangannya yang terkepal masih terus gemetar, namun dia berusaha tetap tenang, menjaga napas tetap teratur. "Pak, begini sebenarnya. Saya—"Namun belum sempat Amelia menjelaskan, Alvin tiba-tiba menyela dengan suara yang lebih lembut. "Amelia, tolong jujur. Kamu diancam, kan?"Amelia mengerjap pelan, matanya membelalak. "Hah?""Apa ada sesuatu yang buat kamu terpaksa berhubungan sama dia? Ini nggak wajar soalnya. Usia kalian terpaut sangat jauh. Apalagi laki-laki itu ayah sahabat kamu," lanjut Alvin mendesaknya.Namun nada suara Alvin terdengar khawatir, bukan menghakimi.Amelia buru-buru menggelengkan kepala. "Nggak. Bukan gitu, Pak.""Jangan bohong, Amel," bantah Alvin bersikeras. "Kita bisa terus terang, saya bisa bant
최신 업데이트 : 2026-01-08 더 보기