Beranda / Romansa / Menggoda Ayah Sahabatku / Bab 120 — Kiriman

Share

Bab 120 — Kiriman

Penulis: Papa Buaya
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-10 14:36:55

‘Hah? Kenapa dia bisa punya nomor aku?’ Pikiran itu melintas di benak Amelia, membuat kerutan di alisnya.

Meski penasaran, Amelia memilih untuk mengabaikannya saja. Tapi beberapa saat kemudian, pesan dari Melissa terus berdatangan, mengirim ancaman serta kata-kata yang cukup kasar.

“Heh bocah! balas pesan saya! Saya tau kamu kerja jadi babu di rumah Kayden. Jadi saya bisa datangi kamu kapan aja!”

Itu sepenggal dari banyaknya pesan yang Melissa kirim. Amelia hanya bisa mendengus sembari men-silent ponselnya, daripada terus terganggu.

Namun Kayden tentu menyadari suara notifikasi itu hingga membuatnya penasaran.

"Siapa?" tanya Kayden, pandangannya masih tertuju ke jalan.

Amelia menoleh dengan senyuman tipis yang dipaksakan.

"Cuma pesan grup kelas. Lagi rame, biarin aja. Kamu mau sarapan apa nanti? Atau bekel?" ucapnya dengan alami mengalihkan pembicaraan.

"Nggak usah. Aku bisa makan di kantor," jawab Kayden.

Amelia mengangguk paham. Mereka kembali berbincang hal lain selama perjalanan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menggoda Ayah Sahabatku    Bab 125 — Luapan Emosi

    ‘Tante Melissa juga makin kesel sama aku karena kejadian kemarin.’ Amelia bergumam dalam hati. ‘Kenapa aku harus ada di tengah-tengah mereka, sih?’Amelia terus melangkah tanpa arah dan cukup jauh dari rumahnya. Hingga tak sadar saat ini dia hampir sampai ke kampusnya. Beberapa kilometer lagi di depan sana adalah gerbang kampus.Amelia celingukan. "Astaga, kok bisa nyampe sini, sih?"Barulah setelah berhenti, Amelia merasakan lelah karena berjalan jauh. Dia akhirnya pergi ke sebuah mini market untuk membeli air.Tapi saat pergi ke meja kasir untuk membayar, pria yang mengantri di depannya menegur."Ngapain kamu di sini, Mel?"Amelia yang sedikit melamun langsung buyar, perhatiannya teralihkan pada suara itu. Tapi wajahnya langsung mengerut saat melihat sosok Angga di depannya."Apa? Ini tempat umum, siapa pun boleh ke sini," balas Amelia dengan nada ketus.Amelia lalu melangkah lebih dulu dan memilih pergi ke kasir kedua daripada mengantre di belakangnya. Saat ini Amelia tak memiliki

  • Menggoda Ayah Sahabatku    Bab 124 — Tak Tahu Malu

    "Kay!" seru Melissa memanggil. Dia bergegas menghampiri Kayden saat menyadari kedatangannya.Tapi Kayden malah mengabaikannya dan tetap lanjut masuk ke rumahnya. Terlihat jelas wajahnya dipenuhi amarah.Melissa menyipit kesal dan langsung mengejar. Ketika Kayden hendak menutup gerbang rumah, Melissa langsung menahannya."Kamu kenapa sih?!""Pergi," ucap Kayden singkat dan penuh penekanan.Tentu Melissa tak akan menyerah begitu saja. Dia terlanjur kesal diabaikan dan diganggu momennya oleh Amelia."Kenapa marah cuma karena bocah itu lihat kita? Sampai dikejar pula. Biarin aja, dia nggak punya urusan apa pun sama kita. Sekarang mending kita lanjut di rumah aj—"Belum selesai Melissa mencoba merayu, satu tangan Kayden sudah berada di depan muka dan dengan cepat melayang ke wajahnya.Plak!Tamparan Kayden sangat keras hingga membuat Melissa terdiam mematung."Saya udah bilang jangan pernah temui saya lagi. Kamu masih berani datang dan menyentuh saya? Perempuan nggak tau malu!" bentak Kayd

  • Menggoda Ayah Sahabatku    Bab 123 — Aku Kurang Apa?

    ‘Apa-apaan ini? Kenapa Kay .... ‘ Amelia hanya bisa bergumam dalam hati. Entah kenapa suaranya tak bisa keluar.Tangan Amelia yang menggenggam kantung belanjaan terlepas. Suara benda jatuh itu membuat dua orang di depannya menyadari keberadaannya.Kayden terbelalak kaget. Dia langsung mendorong Melissa menjauh."Amelia," panggilnya dengan suara lirih. Kayden hendak meraihnya, tapi Amelia sudah lebih dulu berbalik dan melangkah pergi."Amelia!" Kayden berteriak memanggil, hendak mengejar.Namun dengan cepat Melissa menahannya. "Kamu mau ke mana? Biarin aja, mungkin anak itu cuma malu liat kita," tanyanya dengan nada santai, seolah tak merasa bersalah.Rahang Kayden semakin mengeras, penuh emosi yang tertahan."Diam! Ini semua gara-gara kamu!" bentaknya sembari menepis tangan Melissa.Tak membuang waktu lagi, Kayden bergegas mengejar Amelia. Jantungnya berdebar gelisah saat ini.Sementara Amelia, dia sudah pergi cukup jauh menuju rumahnya. Kakinya berusaha lari secepat mungkin, dadanya

  • Menggoda Ayah Sahabatku    Bab 122 — Jangan Mengecewakanku

    "Emang kenapa tanya soal wanita itu?" tanya Alvin. Matanya menyipit penuh kecurigaan.Amelia kembali menatapnya, lalu dengan terampil menyunggingkan senyuman seperti biasa. "Nggak ada apa-apa kok. Nanya random aja."Alvin mendengus pelan, keraguan masih tersisa di sorot matanya. Namun, sebelum sempat mengejar pertanyaan lebih lanjut, Satrio kini mendekati meja mereka, membawa nampan berisi pesanan."Silahkan, Kak Alvin. Semoga suka ya," ujar Satrio sambil dengan hati-hati menyajikan minuman dan kue kecil di atas meja.Alvin membalas dengan senyuman kecil yang sopan. "Makasih, ya. Vivian juga katanya suka kue pemberian kamu waktu itu."Satrio langsung berbinar. "Beneran? Syukur, deh. Nanti saya kirim lagi buat Vivian, boleh?"Alvin tak sempat menjawab karena Amelia yang lebih dulu menyahut dengan nada menggoda. "Heh, tukang ngirimnya juga harusnya dapet, dong. Lupa ya siapa yang ngasih ke Pak Alvin?" protes Ameli menggerutu.Satrio menoleh padanya dengan helaan napas. "Iya, iya. Nan

  • Menggoda Ayah Sahabatku    Bab 121 — Balikan?

    "Em, boleh saya lihat isinya, Pak?" pinta Amelia dengan sopan, menahan getar di suaranya.Tio mengangguk santai dan menyodorkan paper bag itu. "Nih."Amelia memeriksa isinya. Hanya beberapa kotak makanan dan minuman, serta secarik kertas kecil di atasnya.Amelia mengambil kertas itu dan langsung membacanya. Dari samping, Tio pun mengintip, ikut penasaran. Isinya hanya pesan singkat yang manis, tetapi pengirimnya adalah Melissa, mantan istri Kayden.Amelia langsung terdiam di tempat. Dalam hatinya banyak pikiran negatif bermunculan dan rasa penasaran. ‘Kenapa dia ngirim kayak gini?’"Apa mungkin Pak Kayden berhubungan lagi sama mantannya, ya? Sebelumnya juga dia pernah ke sini, sih," celetuk Tio menebak-nebak setelah melihat surat itu.Amelia kembali dikejutkan. Kepalanya refleks menoleh. "Masa?""Iya. Tapi diajak keluar sama Pak Kayden," jawab Tio terlihat meyakinkan. Dia kemudian menggeleng sembari bergumam, "Duh, kirain siapa pacarnya, ternyata mau balikan lagi sama mantan."Amelia

  • Menggoda Ayah Sahabatku    Bab 120 — Kiriman

    ‘Hah? Kenapa dia bisa punya nomor aku?’ Pikiran itu melintas di benak Amelia, membuat kerutan di alisnya.Meski penasaran, Amelia memilih untuk mengabaikannya saja. Tapi beberapa saat kemudian, pesan dari Melissa terus berdatangan, mengirim ancaman serta kata-kata yang cukup kasar.“Heh bocah! balas pesan saya! Saya tau kamu kerja jadi babu di rumah Kayden. Jadi saya bisa datangi kamu kapan aja!”Itu sepenggal dari banyaknya pesan yang Melissa kirim. Amelia hanya bisa mendengus sembari men-silent ponselnya, daripada terus terganggu.Namun Kayden tentu menyadari suara notifikasi itu hingga membuatnya penasaran. "Siapa?" tanya Kayden, pandangannya masih tertuju ke jalan.Amelia menoleh dengan senyuman tipis yang dipaksakan. "Cuma pesan grup kelas. Lagi rame, biarin aja. Kamu mau sarapan apa nanti? Atau bekel?" ucapnya dengan alami mengalihkan pembicaraan."Nggak usah. Aku bisa makan di kantor," jawab Kayden.Amelia mengangguk paham. Mereka kembali berbincang hal lain selama perjalanan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status