“Eh, Mel. Kayaknya Pak Joko suka sama kamu, deh,” celetuk Ratina tiba-tiba.Sambil mengedipkan mata penuh makna. Ucapannya seolah memperjelas gelagat Pak Joko barusan.Amelia menatap Ratina tajam, alisnya mengernyit.“Berisik! Makan aja sana,” omelnya. Laku menyumpalkan selada ke mulutnya, sengaja dibuat kasar.“Amel!” Ratina menggeram kesal. Yang lain justru tertawa, menganggapnya candaan ringan di jam makan siang.Amelia kembali melanjutkan makannya. Masih terasa tidak nyaman. Namun berusaha untuk mengabaikannya. Pandangan Amelia sesekali celingukan. Seakan mencari satu sosok tertentu di antara keramaian kantin.'Dia nggak makan siang di sini, ya?' gumamnya dalam hati.Sudut bibirnya menekuk samar.'Yah, aku juga yang minta jangan makan siang bareng, sih.'Di tengah kebisingan, samar-samar Amelia menangkap percakapan dua orang yang berjalan melewati belakangnya.“Eh, aku tadi lihat Pak Kay lagi sama Bu Anya di restoran, tau,” ujar seorang karyawan wanita. “Masa sih?! Berarti yan
Last Updated : 2025-12-21 Read more