“Y-ya, Pak?”Amelia refleks menoleh. Jemarinya cepat melepas earphone dari telinga. Takut ketahuan sedang tenggelam dalam dunianya sendiri. Di belakang kursinya, Joko sudah berdiri dengan senyum tipis.Bagi orang lain, senyum itu mungkin tampak ramah. Namun bagi Amelia. Entah kenapa selalu terasa mengganggu dan membuatnya tak nyaman.“Tolong kasih dokumen ini ke Bu Jessica di divisi marketing, ya,” pintanya.Joko menyodorkan sebuah map cokelat.Amelia segera berdiri. Tak ada ruang untuknya menolak.“Tau kan tempatnya?” tanya Joko, masih dengan nada lembut.Amelia mengangguk cepat.“Iya, Pak. Saya tau.”“Makasih, ya. Kamu emang baik,” pujinya.Jolo kembali tersenyum lebar, diiringi tepukan lembut di pundaknya.Sekejap Amelia menegang. Ia segera menghindar, mundur setengah langkah sebelum Joko sempat berlama-lama.“Saya pergi dulu, Pak,” pamitnya.Tanpa menunggu balasan, Amelia bergegas pergi. Langkahnya dipercepat. Seolah jarak bisa menghapus rasa tak nyaman yang masih melekat di ku
Last Updated : 2025-12-21 Read more