Sorakan di lapangan basket menggema, namun kali ini nadanya berbeda. Bukan lagi pujian membabi buta pada nama besar, bukan juga kekaguman kosong pada gelar wakil ketua perhimpunan mahasiswa. Banyak penonton kini menatap lapangan dengan perasaan campur aduk, muak, kecewa, dan diam-diam berharap sesuatu yang lain terjadi. Mereka baru saja melihat wajah asli Stuart. Pria yang selama ini tampil elegan, sopan, dan seolah berkelas, ternyata mampu melontarkan taruhan menjijikkan tentang seorang gadis di depan umum. Topeng itu runtuh. Dan saat peluit pertandingan ditiup, sebagian besar penonton sudah tidak lagi berdiri di pihaknya. Tip-off dilakukan. Bola pertama jatuh ke tangan Reno. “Cepat, kiri!” seru Seno. Reno tak ragu, mengoper bola ke Billy yang sudah bergerak tanpa banyak gaya. Tanpa dribel berlebihan, Billy mengirim umpan pendek ke Richard, lalu kembali bergerak membuka ruang. “Main sederhana,” gumam Richard. “Jangan terpancing.” Nathan berdiri sedikit ke belakang,
Last Updated : 2026-01-04 Read more