Pagi hari kembali datang di Pulau Alcatraz. Sinar matahari menyinari tebing-tebing batu yang mengelilingi pulau kecil itu. Suara ombak terdengar tenang dari bawah tebing. Di lapangan latihan, beberapa orang sudah mulai berlatih sejak pagi. Billy dan Roger kembali bertarung menggunakan pedang kayu. Benturan senjata mereka terdengar berkali-kali. Marco berdiri di samping lapangan sambil memberi komentar dengan suara keras. “Roger! Kalau kau menyerang seperti itu, bahkan kura-kura tua juga bisa menghindar!” Roger langsung membalas, “Kalau kau hebat, coba kau yang maju!” Tawa langsung terdengar dari beberapa orang di sekitar lapangan. Suasana terasa santai. Tidak jauh dari sana, Raka berdiri sambil memperhatikan latihan itu. Tangannya disilangkan di depan dada. Ekspresinya tenang seperti biasa. Rabik berdiri beberapa langkah di sampingnya. “Kau tidak ikut berlatih?” tanya Rabik. Raka tersenyum ringan. “Aku hanya ingin melihat dulu.” Rabik mengangguk.
Read more