Ruang batu yang luas itu dipenuhi aura gelap yang menekan. Dindingnya dipenuhi ukiran kuno yang memancarkan energi asing, seolah menyimpan sejarah panjang yang penuh darah. Di tengah ruangan, tubuh Rania terbaring tak berdaya. Segel energi membungkus seluruh tubuhnya seperti rantai tak kasat mata, mengunci setiap aliran kekuatan di dalam dirinya. Aura Raja Suci tahap awal yang ia miliki sama sekali tidak bisa digunakan. Di hadapannya, seorang pria berdiri dengan tangan di belakang punggungnya. Tatapannya tajam dan dingin, seperti ular yang sedang mengamati mangsanya. Nara Aolong. Di sampingnya, Raka berdiri dengan ekspresi tenang, seolah semua ini hanyalah bagian dari rencana yang telah ia perhitungkan sejak awal. “Jadi ini gadis naga yang kau maksud?” Suara Nara rendah, namun membawa tekanan yang membuat udara di sekitarnya terasa berat. Tatapannya jatuh pada tubuh Rania."Iya Ayah." Beberapa saat Nara hanya diam, mengamati Rania tanpa berkedip. Lalu perlahan, alisnya men
Read more