بيت / Fantasi / Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz / Bab 243. Dialog Antar Dua Ras Naga Kuno

مشاركة

Bab 243. Dialog Antar Dua Ras Naga Kuno

مؤلف: Syikazrafahyan93
last update تاريخ النشر: 2026-03-10 07:15:31

Sore hari di Pulau Alcatraz terasa tenang.

Langit mulai berubah menjadi warna jingga ketika matahari perlahan turun di ufuk barat.

Di salah satu tepi tebing yang menghadap langsung ke lautan luas, Nathan berdiri dengan tenang.

Angin laut mengibaskan ujung pakaiannya.

Tatapannya lurus ke depan, seolah sedang menikmati pemandangan.

Namun sebenarnya ia sedang berbicara di dalam kesadarannya.

'Ravina.'

Suara lembut itu segera menjawab.

'Ada apa?'

Nathan sedikit menoleh ke belakang
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 392. Artefak Kuasi Suci, Kuali Emas Shandong

    Tanah di sekitar markas sementara Organisasi Ular Putih sudah hancur total. Debu berterbangan dan retakan besar memenuhi permukaan bumi, sementara sisa-sisa bangunan runtuh akibat benturan energi yang terus terjadi sejak pertarungan dimulai. Udara dipenuhi debu dan tekanan spiritual yang membuat para anggota Ular Putih bahkan kesulitan bernapas. Di tengah kawah raksasa, Raja Raksasa Ilusi perlahan bangkit. Tubuh besarnya dipenuhi luka. Jubahnya robek di beberapa bagian, sementara darah hitam terus mengalir dari sudut bibirnya. Napasnya terdengar berat, jelas berbeda dengan kesombongan yang ia tunjukkan sebelumnya. Sebaliknya, Nathan masih berdiri tenang di udara. Aura Kaisar Suci tahap puncaknya terus menekan seluruh area tanpa ampun. Bahkan tanpa bergerak, tekanan yang ia pancarkan sudah cukup membuat sebagian besar musuh kehilangan keberanian untuk mendekat. Raja Raksasa Ilusi mengangkat kepalanya perlahan. Tatapannya dipenuhi ketidakpercayaan. "Bagaimana mungkin..

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 391. Naluri Seorang Pengecut

    Dalam sekejap, bentrokan terjadi... Ledakan demi ledakan mengguncang langit Negara Lunar. Nathan dan Raja Raksasa Ilusi telah berpindah ke udara sejak bentrokan pertama mereka dimulai. Energi yang bertabrakan menciptakan gelombang kejut besar yang membuat awan tercerai-berai dan tanah di bawah mereka terus bergetar. Boom! Sebuah tinju raksasa menghantam ruang kosong. Langit retak. Namun Nathan sudah menghilang dari tempatnya. Kecepatan geraknya terlalu cepat untuk ditangkap mata biasa. Bahkan para kultivator tingkat tinggi di bawah hanya mampu melihat bayangan samar yang terus berpindah di antara kilatan cahaya dan ledakan energi. Raja Raksasa Ilusi menggeram marah. Puluhan ilusi dirinya muncul bersamaan, memenuhi langit dari segala arah. Setiap sosok memancarkan aura yang sama kuatnya, membuat sulit membedakan mana tubuh asli dan mana tipuan. Namun Nathan tetap tenang. Matanya bersinar samar. Kemudian... Satu langkah. Tubuhnya melesat lurus menembus seluruh

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 390. Seorang Raja Raksasa Tanpa Harga Diri

    Udara yang semula dipenuhi tekanan kini berubah menjadi sunyi yang sangat menekan. Nathan melangkah maju satu langkah, cukup untuk membuat perhatian seluruh medan tertuju padanya. Tatapannya lurus mengarah pada Shen Ryu, tanpa sedikit pun keraguan. "Kalau dendam yang kau bawa sebesar itu," ucapnya tenang, "maka hadapi aku sendiri." Nada suaranya tidak tinggi, namun cukup untuk terdengar jelas oleh semua orang. Shen Ryu menyipitkan mata. Beberapa detik berlalu dalam keheningan. Namun alih-alih maju, ia justru tersenyum tipis dan mundur setengah langkah. Gerakan kecil itu langsung ditangkap oleh semua orang. Irish mengangkat alis. Ravina memiringkan kepala. Laqisha bahkan langsung tersenyum mengejek. "Jadi itu jawabannya?" ujarnya ringan. "Banyak bicara tentang dendam, tapi saat ditantang langsung, malah mundur?" Wajah Shen Ryu menegang. "Diam kau," balasnya dingin. "Aku tidak perlu membuktikan apa pun pada kalian." Ia mengangkat tangannya sedikit, lalu melir

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 389. Siapa yang Bisa Melunasi Dendam

    Udara malam terasa berat, bukan hanya karena tekanan kultivasi yang saling berbenturan, tetapi juga karena kebencian yang terkumpul dari masa lalu yang belum pernah benar-benar selesai. Setiap tatapan membawa luka, setiap napas menyimpan dendam yang menunggu untuk diluapkan. Nasha berdiri di sisi Nathan dengan mata dingin yang tidak pernah lepas dari Shen Ryu. Di dalam benaknya, nama itu kembali terngiang dengan jelas, Jangga. Wanita yang telah menghancurkan hidupnya dari akar. Dengan licik, Jangga memanipulasi Gan Ryu hingga mengkhianati keluarga Ryoho. Malam itu menjadi akhir dari segalanya bagi Nasha. Ayahnya, ibunya, bahkan kakeknya, semuanya hilang dalam satu malam yang sama. Sejak saat itu, ia hidup sendiri, tanpa keluarga, tanpa tempat kembali. Luka itu tidak pernah sembuh. "Sudah lama aku menunggu hari ini," ucap Nasha pelan, suaranya rendah namun penuh tekanan. Di sisi lain, Maggie melangkah maju dengan tangan mengepal erat. Tubuhnya sedikit gemetar, bukan karena taku

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 388. Masa Lalu Kelam, Perjumpaan yang Membangkitkan Dendam

    Ancaman Rabik menggantung di udara. Nama Nathan yang baru saja disebut menciptakan jeda singkat, cukup untuk membuat sebagian orang menahan napas. Namun... Shen Ryu tidak peduli. Tatapannya tetap dingin, penuh kebencian yang tidak tergoyahkan sedikit pun. "Ancaman kosong," ujarnya pelan. Tombak hitam di tangannya kembali bergetar, energi mengalir semakin ganas. Di hadapannya, Laqisha berdiri tegak, napasnya mulai berat, namun sorot matanya tetap tajam. Shen Ryu melangkah maju. Perlahan. Setiap langkahnya menekan tanah di bawah kakinya. "Kalau begitu… mari kita lihat…" Ia mengangkat tombaknya. "Seberapa besar harga yang harus dibayar Nathan… untuk melindungi orang-orang yang ia cintai." Laqisha bersiap. Aura di tubuhnya kembali naik. Namun sebelum serangan itu dilepaskan... Sebuah tekanan muncul. Tiba-tiba. Tanpa peringatan. Udara membeku. Langit seolah runtuh dalam satu detik. Semua orang berhenti. Gerakan Shen Ryu terhenti di tengah ayunan.

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 387. Garis yang Tidak Bisa Dilewati

    Rabik tetap berdiri tenang. Sangat kokoh. Tidak bergeser satu langkah pun meski tekanan dari sosok raksasa di hadapannya terasa seperti gunung yang menindih dari segala arah. Tatapannya dingin, stabil, tanpa sedikit pun tanda ketakutan. Raja Raksasa Ilusi menatapnya dari atas, sorot matanya datar, namun penuh penghinaan. "Kau… manusia." Suaranya menggema pelan, tetapi cukup untuk membuat tanah bergetar. "Berani berdiri di hadapanku tanpa berlutut?" Rabik tidak menjawab. Sikap diamnya justru menjadi jawaban paling jelas. Raksasa itu mengangkat tangannya. Gerakannya tampak lambat. Namun dalam sekejap... Boom! Sebuah tekanan tak kasat mata menghantam tubuh Rabik. Tanah di bawah kakinya hancur. Tubuhnya terdorong mundur beberapa meter, jejak kakinya meninggalkan retakan panjang di tanah. Darah mengalir dari sudut bibirnya, namun ia tetap berdiri tegak. Shen Ryu tertawa puas. "Itu baru permulaan." Namun sebelum serangan berikutnya datang... Ravina berg

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 200. Retakan di Balik Keteguhan

    Ruang medis yang disediakan oleh panitia liga terasa lebih sunyi dari biasanya. Theo duduk dengan bahu diperban. Troy masih meringis setiap kali mencoba menggerakkan lengannya. Vincen mendapat kompres di bagian bahu dan punggungnya. Mike terbaring dengan perban melingkar di rusuk. Tidak ada yang

    last updateآخر تحديث : 2026-04-01
  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 197. Musuh Menjalankan Rencana

    Hari keempat liga basket telah berakhir, namun bagi Ranggan, itu hanyalah langkah awal. Di markas tersembunyi, ia berdiri di depan meja panjang dengan tatapan dingin. Gandra dan beberapa bawahan menunggu instruksi berikutnya. Di atas meja, jadwal pertandingan dan posisi klasemen tersusun rapi. UN

    last updateآخر تحديث : 2026-04-01
  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 201. Hasil yang Menggeser Keseimbangan

    Hari kedelapan belum benar-benar selesai ketika kekalahan UNS B masih menjadi bahan pembicaraan di berbagai sudut arena. Meski satu pertandingan telah mengguncang banyak pihak, jadwal tidak memberi ruang untuk berhenti. Dua laga lain tetap berjalan sesuai urutan yang telah ditentukan panitia. Per

    last updateآخر تحديث : 2026-04-01
  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 207. Siluet Raksasa

    Getaran itu tidak lagi bisa disamarkan. Kuarter keempat baru berjalan lima menit ketika lampu arena berkedip sekali. Hanya sekali. Namun cukup untuk membuat seluruh tribun hening sepersekian detik. Nathan berdiri di garis tiga angka, bola di tangannya. Ranggan tepat di depannya. Gandra menutup

    last updateآخر تحديث : 2026-04-01
فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status