Beranda / Fantasi / Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz / Bab 265. Riak di Bumi Tengah

Share

Bab 265. Riak di Bumi Tengah

last update Tanggal publikasi: 2026-03-21 05:00:43

Sementara itu di Bumi Tengah...

Langit di atas Universitas Negeri Sentantara tampak cerah seperti biasa.

Namun suasana di dalamnya justru terasa berbeda.

Sejak pagi, bisikan mulai menyebar di antara para mahasiswa. Awalnya hanya percakapan ringan, namun perlahan berubah menjadi kegelisahan yang sulit disembunyikan.

“Nathan belum kembali?”

“Bukannya hari ini harusnya ada penyambutan resmi?”

“Kenapa tidak ada pengumuman apa pun dari kampus?”

Pertanyaan demi pertanyaan terus bermunculan.

N
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 266. Menyusuri Informasi Tentang Nathan

    Begitulah… Kabar menghilangnya Nathan menyebar dengan cepat. Mahasiswa paling bersinar dari Universitas Negeri Senantara, pemenang olimpiade antar kampus, tiba-tiba tidak muncul tanpa penjelasan. ... Sore itu… Di kota Heaven. Di lingkungan Central Heaven University. Seorang gadis berdiri di depan jendela asrama, menatap langit yang mulai meredup. Elvira Colin. Ponselnya bergetar. Nama yang muncul membuat tatapannya berubah. Eva Mclycon. Ia langsung mengangkatnya. “El, kamu sudah dengar kabar tentang Nathan?” Suara di seberang terdengar serius. Elvira menghela napas pelan. “Sudah, Ev. Aku bahkan sudah mengajukan cuti selama satu pekan. Aku akan berangkat ke Metropolis sore ini juga. Kamu bagaimana?” Hening sejenak. Lalu suara Eva kembali terdengar. “Aku juga sudah mengajukan cuti.” Tidak perlu penjelasan panjang. Tidak perlu perdebatan. Keduanya saling memahami. Karena ini tentang satu orang. Nathan. Pria yang tanpa mereka sadari… sudah

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 265. Riak di Bumi Tengah

    Sementara itu di Bumi Tengah... Langit di atas Universitas Negeri Sentantara tampak cerah seperti biasa. Namun suasana di dalamnya justru terasa berbeda. Sejak pagi, bisikan mulai menyebar di antara para mahasiswa. Awalnya hanya percakapan ringan, namun perlahan berubah menjadi kegelisahan yang sulit disembunyikan. “Nathan belum kembali?” “Bukannya hari ini harusnya ada penyambutan resmi?” “Kenapa tidak ada pengumuman apa pun dari kampus?” Pertanyaan demi pertanyaan terus bermunculan. Namun tidak ada satu pun yang mampu memberikan jawaban. Karena bahkan pihak kampus sendiri pun tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Nathan, mahasiswa paling berprestasi yang menjadi kebanggaan kampus, seharusnya hari ini berdiri di atas panggung kehormatan. Kemenangannya dalam olimpiade antar kampus seharusnya dirayakan dengan meriah. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Ia menghilang. Tanpa jejak. Tanpa penjelasan. Dan bukan hanya dia. Dua mahasiswi terbaik yang dikenal dekat d

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 264. Percikan Kecil Diantara Para Gadis

    Udara di halaman Sekte Lembah Jiwa terasa tegang. Lingkaran para murid wanita yang mengelilingi Nasha dan Laqisha semakin rapat. Aura mereka saling bertabrakan, menciptakan tekanan yang cukup untuk membuat tanah di bawah kaki retak halus. Namun di tengah semua itu… Kedua gadis itu tetap tenang. Seolah semua tekanan itu tidak berarti apa-apa. Seorang gadis melangkah maju. Rambutnya pendek sebahu, sorot matanya tajam. Gadis itu Gina. Aura Raja Suci tahap awal terpancar dari tubuhnya. Ia menatap langsung ke arah Laqisha. “Kalau hanya bicara, semua orang bisa,” katanya dingin. “Tunjukkan kemampuanmu.” Laqisha tersenyum tipis. “Baik,” jawabnya santai. Tanpa banyak gerakan… Ia melangkah maju. Dalam sekejap, keduanya sudah saling berhadapan di tengah lingkaran. Tidak ada aba-aba. Tidak ada hitungan. Gina langsung bergerak lebih dulu. Tubuhnya melesat cepat, pedangnya menebas lurus ke arah leher Laqisha. Namun… Gerakan itu terlalu mudah dibaca. Laqisha hanya memiringkan

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 263. Ketetapan Takdir

    Ruang batu yang luas itu dipenuhi aura gelap yang menekan. Dindingnya dipenuhi ukiran kuno yang memancarkan energi asing, seolah menyimpan sejarah panjang yang penuh darah. Di tengah ruangan, tubuh Rania terbaring tak berdaya. Segel energi membungkus seluruh tubuhnya seperti rantai tak kasat mata, mengunci setiap aliran kekuatan di dalam dirinya. Aura Raja Suci tahap awal yang ia miliki sama sekali tidak bisa digunakan. Di hadapannya, seorang pria berdiri dengan tangan di belakang punggungnya. Tatapannya tajam dan dingin, seperti ular yang sedang mengamati mangsanya. Nara Aolong. Di sampingnya, Raka berdiri dengan ekspresi tenang, seolah semua ini hanyalah bagian dari rencana yang telah ia perhitungkan sejak awal. “Jadi ini gadis naga yang kau maksud?” Suara Nara rendah, namun membawa tekanan yang membuat udara di sekitarnya terasa berat. Tatapannya jatuh pada tubuh Rania."Iya Ayah." Beberapa saat Nara hanya diam, mengamati Rania tanpa berkedip. Lalu perlahan, alisnya men

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 262. Waktu Tidak Menunggu Siapapun

    Cahaya keemasan masih menyelimuti altar. Tenang. Hangat. Namun di tengah ketenangan itu… Waktu terasa berjalan sangat lambat. Nathan masih belum terbangun. Tubuhnya tetap terbaring di atas ranjang emas. Napasnya lemah. Namun stabil. Di sampingnya… Ravina tidak pernah menjauh. Sejak kesadarannya kembali… Ia terus berada di sana. Menjaga. Merawat. Dengan tangannya sendiri, ia membersihkan darah yang mengering di tubuh Nathan. Air hangat ia usapkan perlahan, hati-hati, seolah takut melukai pria itu lebih jauh. “Kapan kau akan bangun?” Bisiknya lirih, meski Nathan tidak bisa mendengar. Ia mengganti kain di tubuh Nathan, merapikan rambutnya, lalu menatap wajah pria itu lama. Seolah mencoba menghafal setiap detail. Kadang… Ia hanya duduk diam. Menggenggam tangan Nathan. Menempelkan pipinya di atas punggung tangan itu. “Aku di sini…” “Aku tidak akan pergi lagi…” Hari berlalu tanpa ia sadari. Ia tidak merasa lelah. Tidak merasa bosan. Karena untuk pertama kalinya

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 261. Kegelisahan dan Firasat Buruk Semua Orang

    Cahaya keemasan memenuhi seluruh ruangan. Suasana di dalam altar itu tenang. Terlalu tenang. Di atas ranjang emas… Nathan masih terbaring tanpa kesadaran. Napasnya lemah. Hampir tak terasa. Luka di tubuhnya masih terlihat jelas. Namun perlahan… Cahaya di ruangan itu seolah meresap ke dalam tubuhnya. Menghangatkan. Menjaga. Di sampingnya… Ravina duduk diam. Tangannya menggenggam erat tangan Nathan. Sejak tadi… Ia tidak melepaskannya sedikit pun. Tatapannya tertuju pada wajah pria itu. Pucat. Diam. Tanpa respon. Namun kali ini… Ia tidak lagi panik seperti sebelumnya. Ia hanya diam. Menunggu. Dengan tekad yang jauh lebih kuat dari sebelumnya. “Suamiku…” Suaranya lirih. Hampir seperti bisikan. “Aku di sini…” Ia menunduk perlahan. Menempelkan keningnya pada tangan Nathan. Air matanya masih jatuh. Namun tidak lagi penuh kepanikan. Melainkan… Kesabaran. Dan keyakinan. “Aku akan menunggumu bangun…” “Selama apa pun itu…” Cahaya keemasan berdenyut pelan.

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 7. Memberikan Kompensasi yang Pantas

    "Sebentar kakek, apakah kakek membawa uang?" tanya Nathan tiba-tiba. "Iya nak, aku bawa. Ada apa? Apa kau butuh sesuatu?" tanya Reynand dengan tatapan penuh cinta kepada cucunya itu. "Kakek, seseorang telah menyelamatkan aku, dan memberi tumpangan dari pulau asing tempatku terdampar hingga aku

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 12. Apa Kau Bertemu Seorang Gadis Di Pulau Tempatmu Terdampar

    Malam itu Nathan sama sekali tidak berani turun dari pohon, ia menahan hawa dingin yang menyerang, melepas baju dan celana lalu menggunakan keduanya untuk mengikat tubuhnya ke dahan pohon, karena dia takut terjatuh saat dia tidur. Ia bahkan lupa dengan rasa haus yang melanda sebelumnya. … Di ru

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 15. Mematahkan Sikap Egois Alana

    "Kalian berdua dari mana saja?" tanya Sarah. "Maaf, bibi. Aku meminta kak Nathan menemaniku berjalan-jalan." "Tidak, bibi. Nia bohong, kami bersembunyi di gang kecil di sebelah dan kami bermesraan," jawab Nathan jujur. Semua orang di ruangan itu tertegun, mulut mereka menganga lebar. "Kakak

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 58. Semua Tatapan yang Penuh Pertanyaan

    Setelah beberapa waktu berada di taman, empat gadis itu masuk, sementara Bela sudah di jemput oleh Richard untuk bertemu orang tuanya. Mereka berempat mencari keberadaan Mila, namun mereka hanya menemukan sebuah kamar tamu yang terkunci. Malam itu Mila mengurung diri di dalam kamar, dia bahkan

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-21
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status