Hari itu, Nathan berjanji pada dirinya sendiri. Dia akan mengulang setiap momen yang ia lalui bersama Rania sekali lagi, kembali membuatnya jatuh cinta, sampai seolah tidak pernah satu pun dari memori Rania terhapus. Janji itu tidak diucapkan dengan lantang, namun tertanam dalam-dalam di hatinya. Sebuah tekad yang tidak akan goyah oleh apa pun. Kemudian pria tua itu menyela pembicaraan mereka. “Sekarang sudah waktunya kalian berempat kembali ke Bumi Tengah.” Suaranya tenang, namun tegas, seolah tidak memberi ruang untuk penolakan. “Berempat?” tanya Ravina, sedikit terkejut. “Ya, kalian berempat akan kembali, tapi tidak dengan Nathan.” Pria tua itu melanjutkan dengan nada datar. “Dia akan tetap di sini untuk berlatih, sesuai aturan yang aku jelaskan pertama kali. Jika dia berhasil menyelesaikan latihannya sampai tahap ketiga, maka secara otomatis dimensi ini akan terhapus dan dia akan kembali ke dunia kalian di Bumi Tengah.” Dia berhenti sejenak, lalu menatap mere
Baca selengkapnya