Pertemuan itu tidak lagi sederhana.Kali ini, Tonny tidak datang sendiri. Atau bersama dengan Sofia. Restoran eksklusif itu masih sama—ruang privat dengan dinding kaca, cahaya temaram, dan kesunyian yang terasa mahal. Namun suasananya berubah sejak Tonny melangkah masuk bersama Sinta.Wanita itu mengenakan gaun hitam sederhana, rambutnya disanggul rapi. Sorot matanya tajam, penuh perhitungan. Ia menggenggam lengan Tonny seolah posisi itu adalah haknya.“Tenang,” bisik Sinta pelan di telinga Tonny.“Kamu terlihat terlalu tegang. Ingat, hari ini kita yang pegang kendali.”Tonny mengangguk, meski dadanya tidak sepenuhnya yakin.Tak lama, pintu ruang privat terbuka.Thomas masuk.Langkahnya tetap tenang, wajahnya dingin, auranya langsung menguasai ruangan. Namun kali ini, ada jeda singkat—sangat singkat—saat pandangannya jatuh pada SintaBukan terkejut.Bukan tertarik.Melainkan… menilai.“Thomas,” sapa Tonny cepat, mencoba terdengar percaya diri.“Ini Sinta. Asisten pribadi saya.”Sin
最終更新日 : 2026-02-05 続きを読む