Wajah tampan, postur tubuh yang tinggi dan, tegap dan sempurna, menarik perhatian seluruh tamu yang hadir.Thomas berdiri beberapa langkah dari pintu masuk ballroom. Jas hitamnya rapi, rambutnya tersisir sempurna, namun sorot matanya tidak mencerminkan ketenangan seorang calon pengantin. Ia melirik ke kiri dan ke kanan, menelusuri wajah para tamu satu per satu.Tidak ada Alicia.Ia melangkah mendekat ke arah Tonny yang sedang tertawa keras, tangannya masih menggenggam tangan Charlotte dengan bangga. Sinta berdiri di sisi lainnya, tertawa kecil, sesekali menyela obrolan dengan sikap yang terlalu percaya diri.“Tonny,” sapa Thomas, suaranya tenang—terlalu tenang.Tonny menoleh, senyumnya langsung merekah. “Ah, Thomas! Kamu sudah datang. Bagus, bagus. Acara akan segera dimulai.”Thomas tidak ikut tersenyum. Tatapannya tetap mengawasi sekitar. “Aku mencari Alicia.”Charlotte menoleh lebih dulu. “Oh?” Ia memiringkan kepala, nada suaranya dibuat polos. “Kak Alicia apa belum masuk?”Matanya
Last Updated : 2026-02-11 Read more