Devan sempat izin minum kopi, saat sore. Karena matanya yang sangat mengantuk. Karena itu Alicia langsung menyinggung masalah minuman yang mengandung coffeein tersebut.“Hubungannya kamu makin deg-degan dan emosimu makin naik,” jawab Alicia sambil sedikit mendengus. “Terus nanti kamu marah lebih besar.”Devan tersenyum sambil menggeleng. “Dokter sekali."“Bukan. Ini logika,” Alicia membela diri, lalu suaranya melunak. “Kamu itu terbiasa menahan diri. Tapi tetap manusia, Dev.”Ia berhenti sejenak, menatap Devan dengan mata lembut.“Kalau kamu kesal, tidak apa-apa. Tapi jangan simpan memikirkan semuanya sendiri. Sayangi kepala kamu. Jika kamu banyak pikiran, asam lambung juga akan naik.”Devan terdiam. Amarah yang tadi sempat naik, perlahan mereda hanya karena kalimat sederhana itu.Alicia lalu menambahkan, lebih pelan, hampir seperti mengingatkan, “Kamu sudah melakukan yang terbaik hari ini.”Devan menghembuskan napas panjang. “Aneh ya… biasanya kalau aku cerita begini, orang malah bil
Last Updated : 2026-02-26 Read more