Tonny mengerang pelan saat matanya terbuka. Langit-langit kamar terasa asing, lampu terlalu terang, dan… rasa nyeri tajam tiba-tiba menyeruak dari bagian paling sensitif tubuhnya. Ia terhenyak, napasnya terputus sesaat.Sakit.Sangat sakit.Refleks, satu nama keluar dari bibirnya—lirih namun penuh keyakinan.“Sofia…”Nama itu meluncur begitu saja, seolah tertanam di bawah sadarnya. Selama menikah, tak pernah sekalipun Sofia absen saat ia sakit. Wanita itu selalu ada—dengan wajah cemas, tangan yang setia menggenggam tangannya, dan kesabaran yang nyaris tak berbatas.Dan sekarang, ketika matanya terbuka setelah pingsan semalaman, nama Sofia pula yang ia cari.Di samping ranjang, Sinta yang semula tertidur setengah duduk langsung tersentak. Matanya membesar, napasnya tertahan ketika menyadari Tonny sudah sadar."Sofia." Tonny kembali memanggil nama istrinya itu.Sinta tidak salah dengan, Tonny benar-benar menyebut nama Sofia, dadanya seperti diremas.Bukan namanya yang dipanggil.Kenapa
Last Updated : 2026-02-28 Read more