“Sayang…”Satrio melambaikan tangan sambil tersenyum lebar begitu melihat Yasmin keluar dari gerbang sekolah. Ia segera tegak dari posisi bersandar di mobil, menyambutnya dengan kedua tangan terbuka.Namun tangannya langsung ditepis pelan saat Yasmin berdiri tepat di hadapannya.“Ish, apa‑apaan sih!” dengus Yasmin, pipinya memerah seketika. “Kamu ngapain ke sini?”“Kan sudah aku bilang semalam, aku mau jemput kamu,” jawab Satrio santai.“Mau ke mana?” Yasmin menatapnya curiga.“Pulang, Sayang… Aku jemput kamu buat pulang ke rumah. Emangnya mau ke mana lagi, hmm?”“Enggak ke mana‑mana,” Yasmin memalingkan wajah malu‑malu.“Ya sudah, ayo pulang! Kita mampir makan dulu ya sebelum lanjut,”Nah, kan? Ternyata itu modusnya.Satrio membukakan pintu mobil, lalu mendorong bahu Yasmin pelan agar masuk. Kalau sudah begini Yasmin hanya bisa menurut—menolak pun percuma, pria ini paling tidak suka ditolak.Mobil pun melaju meninggalkan lingkungan sekolah. Sepanjang jalan Yasmin hanya diam menatap k
Last Updated : 2026-07-13 Read more