Chandra duduk di balik meja kantornya, layar laptop menyala, denah site plan proyek properti terbuka di depannya seperti medan pertempuran yang menunggu strategi matang. Cahaya sore menembus jendela kaca tinggi, memantul lembut di permukaan meja, menyoroti setumpuk laporan proyek, anggaran, dan kontrak kerja sama yang tertata rapi.Ia menyesap kopi hitamnya pelan, tetap fokus pada grafik keuangan proyek gedung apartemen baru, menganalisis proyeksi ROI, dan menandai risiko konstruksi yang harus segera ditangani. Kantor itu sendiri berdesain minimalis—putih, abu-abu, dengan rak penuh literatur arsitektur, hukum properti, dan manajemen proyek—tanpa hiasan mewah berlebihan. Chandra tak perlu membuktikan statusnya; hasil kerjanya sudah cukup.Telepon berdering. Ia menjawab tanpa menurunkan pandangan dari layar. Suara klien yang panik terdengar jelas, tapi Chandra tetap tenang, menuntun mereka dengan solusi konkret, menata jadwal pengerjaan ulang, dan memberi kepastian tanpa menimbulkan ket
آخر تحديث : 2025-12-12 اقرأ المزيد