"Ya, itu--" "Dih, jijik banget lo! Tiba-tiba kek beda orang, ih serem. Udahlah mending lo minum obat, abis itu tidur." Victor terkejut dengan respon itu. Ia bahkan belum selesai bicara. Tapi Febi sudah memotongnya dengan nada galak yang dibuat-buat untuk menutupi kegugupannya sendiri. "Gue baru mau romantis dikit, Feb. Kenapa malah dikatain jijik?" protes Victor sambil meringis. "Haha!" "Nggak cocok sama muka lo yang biasanya kayak bocah tengil! Udah, minum nih," Febi menyodorkan gelas air putih dengan gerakan sedikit kasar, namun tetap memastikan gelas itu tidak tumpah ke arah luka Victor. "Minum obat lo, dasar gila!" Setelah meminum obatnya, Victor tidak langsung tidur. Ia menatap kursi roda elektrik di sudut ruangan. Kursi roda itu adalah teknologi tercanggih dari Kingsley Medis, bisa dioperasikan lewat perintah suara atau panel di sandaran tangan. Namun, Victor punya rencana lain. "Feb, bosen di sini. Anterin gue jalan-jalan ke taman belakang," pinta Victor. "Lo
Read more