"Febi... maaf tadi aku--" "Sssttt, it's oke. Aku ngerti kok, Siti. Jangan merasa bersalah. Tapi fokus kita kali ini lebih jauh lagi. Kita cari siapa pelakunya." Siti terdiam. Ia masih panik namun tidak tahu apa yang harus dilakukan sekarang. Febi mulai menganalisis. Sebagai mantan mata-mata, ia tahu bahwa paket beracun adalah cara pengecut. Namun, instingnya mengatakan ada sesuatu yang ganjil. Racun ini terlalu tiba-tiba dan terlalu cepat gap-nya dengan kejadian di Bandara. Timing-nya terlalu dekat, tidak seperti biasanya Antonio Dexter yang melakukan aksinya. Antonio lebih suka aksi fisik secara langsung, penuh kerusakan, dan meninggalkan jejak kekacauan. Sementara paket itu, hanya racun asap, bukan bom. Namun meski ia ragu dengan metodenya, batinnya tetap menekan rasa curiganya itu karena saat ini semua logika dan emosi, semuanya menunjuk pada Antonio seorang. Siti bisa saja jadi salah satu jembatan untuk melancarkan aksinya. Kesayangan Kingsley, dan langkah berikutnya adal
Read more