Dimas menempelkan telinganya rapat-rapat ke daun pintu kayu jati tebal bertuliskan "Ruang Khazanah"—tempat di mana formula rahasia Layla Badar dilahirkan. Di dalam sana, terdengar samar-samar suara perdebatan yang intens."Tapi, Bi ... Mas Dimas itu …," suara Azura terdengar memohon."Tidak bisa. Sudah sejak awal ...," suara berat Pak Badar menyahut, rendah namun tegas.Dimas menelan ludah, berusaha menguping lebih jelas. Jantungnya berdegup kencang, takut nasibnya berakhir di ujung tanduk.Puk.Sebuah tepukan ringan namun bertenaga mendarat di punggungnya.Dimas terlonjak kaget, nyaris menjerit kalau tidak buru-buru menutup mulutnya sendiri. Di hadapannya, Eyang berdiri dengan wajah tenang, mengenakan baju kurung polos dan kacamata bulat."Agek do ngopo, Le? (Lagi pada ngapain, Nak?)" tanya Eyang polos."Eh ... Eyang. Anu ... i-itu ... um …." Lidah Dimas kelu.***[10 Menit Sebelumnya]Di depan rak parfum Gaharu, atmosfer mendadak sesak layaknya kamar eksekusi. Pak Badar berdiri menj
Last Updated : 2026-01-09 Read more