Pintu depan Layla Badar sudah terkunci rapat. Di Ruang Khazanah, lampu neon menciptakan bayangan panjang di antara deretan botol kaca. Suasana terasa sangat menegangkan, seolah ruangan itu sendiri sedang menahan napas.Pak Badar berdiri di tengah, tangannya yang biasanya kokoh kini tampak sedikit bergetar. Di sampingnya, Azura berdiri tegak, sementara Eyang duduk di kursi jengki kesayangannya sambil memangku Raja. Chad bersandar dengan gaya aristokrat di salah satu pilar, dan Dimas berdiri di pojok, seperti semut di antara para gajah."Malam ini," suara Pak Badar pecah oleh emosi yang tertahan. "Kita menyaksikan titik balik. Sebuah perkembangan yang mungkin ... bisa mengabulkan cita-cita Layla Badar yang selama ini masih jauh dari harapan."Azura melangkah maju. Di tangannya, ia mendekap sebuah kotak kayu jati tua dengan ukiran mawar yang sudah memudar. Begitu kotak itu diletakkan di meja, Chad memberikan senyum tipis yang penuh kemenangan, sementara Dimas merasa jantungnya dihantam go
آخر تحديث : 2026-01-16 اقرأ المزيد