Pagi itu, mentari seolah terbit lebih cerah di dunia Pak Badar. Ia bergerak di antara deretan bumbu dengan ketangkasan seorang koki bintang lima yang jatuh cinta pada masakannya. Tak ada lagi blender yang dipukul atau dada ayam yang dilempar kasar; kali ini, ia mengiris sayuran dengan irama yang ritmis, sembari mendendangkan lagu lawas dengan suara baritonnya yang dalam. Makanan itu ditata begitu cantik, tumis tahu, tomat, dan telur omega lengkap dengan taburan peterseli yang diletakkan penuh perasaan. Sederhana, penuh nutrisi, cantik sekali.Kegembiraan itu terbawa hingga ke sasana. Pak Badar menjelma menjadi sosok pembimbing paling suportif yang pernah mereka lihat. Saat sparring, ia tak lagi menghujamkan pukulan buta, melainkan memberikan instruksi-instruksi jitu dengan nada menyemangati. "Bagus, Dimas! Jaga jarakmu,
Last Updated : 2026-01-11 Read more