BRAKK!Pintu besi itu akhirnya menyerah. Engselnya patah, membuat daun pintu terbanting keras ke lantai semen, menimbulkan debu yang mengepul pekat.Di lain sisi, Ryu dan Jerry mengambil kesempatan itu. "Sekarang, Pak, kita manfaatkan debu ini. Bersembunyi di tempat yang bisa menyembunyikan tubuh kita," bisik Ryu. Tap, tap, tap!Rian melangkah masuk dengan wajah merah padam, urat lehernya menonjol seperti orang Varises. Pistol revolver di tangannya terarah lurus, bergoyang-goyang liar mencari sasaran di balik kabut debu."KELUAR KALIAN, BEDEBAH!" raung Rian, suaranya menggema mengerikan di ruangan sempit itu. Matanya menyapu sekeliling, lalu terpaku pada tubuh Claudia yang tergeletak pingsan di dekat tumpukan drum. "Bangsat! Kalian apakan wanitaku, hah?!"Rian segera berlari dan bersimpuh ke arah pujaan hatinya saat melihat wanita itu tak sadarkan diri. "Babe, plis bangun!" panik Rian. Tanpa aba-aba, dua preman di belakang Rian merangsek maju mengayunkan balok besi, siap menghancur
Terakhir Diperbarui : 2026-02-05 Baca selengkapnya