Smith menatap kepergian Fleur dari ruangan meeting. “Jika aku mengatakan yang sebenarnya padamu—” Smith menarik senyumamnya kesamping, “ini akan merepotkan, Fleur.”Smith pun kembali ke ruangannya, ia sibuk dengan pekerjaannya, hanya mengetik sepanjang hari, setelah hari mulai gelap ia menggeliat, lalu menatap jam tangannya. “Hah gedung ini sudah seperti rumahku sendiri, bosnya malah keenakan tidur sepanjang hari di rumah sakit,” ujarnya meledek kakaknya Fleur yang masih terbaring koma. “Smith menelpon seseorang, bagaimana situasinya?”“Aman, Tuan,” bisik seseorang dari balik telepon. “Hmmm, bantu aku jangan sampai anak buah Anderson memergokiku.”“Tentu Tuan.”Smith membawa cangkir kopi, sambil memasukkan tangan kirinya ke dalam saku celana. Ia berjalan dengan santai keluar dari ruangannya, kemudian ia melihat suasana sekeliling. “Sudah sepi rupanya.”Pria itu kemudian meneguk kopinya sekali lagi, lalu berjalan ke dekat tangga dan meletakkan cangkirnya disana. Kelakuannya sung
اقرأ المزيد