"Ini bukan kabut laut biasa," kata seorang awakkapal dengan nada yang setengah berbisik. "Ini sesuatu yang sama sekali berbeda." "Putar balik," kata Master Lan Qiyue dengan nada yang tidak meninggalkan ruang untuk diskusi. "Tapi kita baru masuk beberapa li," kata muridnya dengan nada yang memohon. "Mungkin kalau kita teruskan sedikit lagi..." "Kita teruskan tanpa kompas yang berfungsi dan tanpa bintang yang bisa dipercaya," potong Master Lan Qiyue. "Di laut seperti ini, kita bukan kultivator yang gagah berani. Kita hanya orang yang tidak tahu jalan pulang." Muridnya menelan argumennya. "Kita berhenti di perbatasan zona," kata Master Lan Qiyue sambil tangannya sudah bergerak ke tuas kemudi. "Kita amati dulu." Mereka membangun pos pengamatan kecil di Pulau Karang Merah, sebuah pulau tak berpenghuni selebar seratus langkah yang terdiri dari batu karang dan beber
Baca selengkapnya