Share

Bab 181. Jejak

Author: nanadvelyns
last update publish date: 2026-03-13 02:19:50

Diana membuka matanya perlahan.

Cahaya pagi yang menembus tirai tipis menyelinap masuk ke dalam kamar, menyapu lembut kelambu ranjang yang masih setengah terbuka. Udara terasa hangat, namun tubuhnya justru terasa berat.

Sangat berat.

Seolah setiap ototnya baru saja melewati malam yang terlalu panjang.

Diana mengerjap beberapa kali sebelum akhirnya menghela napas pelan.

Tubuhnya terasa remuk meskipun ia tahu dirinya sudah tertidur cukup lama.

Perlahan ingatan tentang malam sebelumnya kembali men
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Netty Tya
Pangeran ke dua Bagun ooooee Bangun
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 273. Mantel Hangat dan Gerakan Baru

    Langkah kaki Denada di atas hamparan salju yang membeku terdengar seperti rintihan halus yang pecah di bawah beban berat hatinya. Perjalanan kembali dari Istana Isabella terasa jauh lebih panjang daripada saat ia berangkat. Di sekelilingnya, udara musim dingin Kekaisaran Delore begitu menusuk, seolah berusaha membekukan setiap jengkal kulit yang terekspos. Namun, rasa dingin itu tidak sebanding dengan kegaduhan yang sedang berkecamuk di dalam benaknya.Ucapan Isabella di meja teh tadi masih terngiang-ngiang, berputar seperti pusaran angin puyuh yang tak mau berhenti."Berhasil membuat pria itu jatuh cinta pada Anda... Dukungan militer klan Rumi akan menjadi pedang yang paling mematikan jika ia mengayunkannya demi cinta."Denada mencengkeram kain hanfu sutranya dari balik jubah mantel dengan sangat kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Itu gila, batinnya dengan napas yang mulai memburu. Bagaimana mungkin ia bisa memikirkan hal sekeji itu? Menggunakan perasaan seseorang—perasaan tu

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 272. Pion Baru

    Denada melangkah menyusuri selasar panjang yang menghubungkan paviliun utama dengan kediaman Isabella. Jubah mantelnya yang berwarna kelabu kebiruan menyapu lantai marmer dengan suara seretan halus yang ritmis. Di belakangnya, Cucu berjalan dengan kepala tertunduk, membawa kotak obat kecil yang berisi ramuan pemulih luka. Dan tepat di samping mereka, berdiri sosok yang kini seolah menjadi bayangan tak terpisahkan dari Denada, Althaf Rumi. Althaf melangkah dengan ketegasan yang tak tergoyahkan. Zirah ringannya berkilauan meski cahaya matahari terhalang kabut, dan tangan kanannya selalu siaga di dekat gagang pedang. Sejak kejadian di ruang kerja tempo hari, Alon seolah memberikan instruksi mutlak agar ksatria ini menjadi pengawal pribadi Denada. Denada sering mencuri pandang ke arah pria di sampingnya itu, bertanya-tengah dalam hati, apakah Alon benar-benar ingin melindunginya karena rasa "cinta" obsesifnya yang palsu, ataukah Althaf sebenarnya adalah mata-mata paling berbahaya

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 271. Tamparan di Atas Hamparan Salju

    Diana melangkah keluar dari lingkaran tirai peraduan Arthur. Aroma obat-obatan yang tajam masih menempel di ujung hidungnya, bercampur dengan aroma dupa krisan yang menenangkan. Namun, belum sempat ia melintasi ambang pintu untuk menuju selasar istana, sebuah tarikan lembut namun erat menahan pergelangan tangannya. Diana berhenti dan menoleh perlahan. Di atas ranjang, Sang Kaisar yang baru saja bersandiwara menderita luka parah meskipun keningnya memang benar-benar terluka itu kini menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan—sebuah tatapan yang penuh dengan tuntutan perhatian yang kekanakan di balik topeng wibawanya. "Kau juga ingin pergi?" tanya Arthur. Suaranya rendah, seolah sedang menimbang-nimbang apakah ia harus merajuk lebih jauh atau tetap pada skenario "sakit parah"-nya. Diana menatap tangan Arthur yang mencengkeramnya, lalu beralih menatap wajah suaminya itu dengan tatapan datar yang menusuk. "Bukankah sakit Yang Mulia cukup parah? Menurut diagnosa tabib tadi, And

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 270. Sandiwara Luka dan Siasat yang Gagal

    Diana melangkah dengan martabat seorang Permaisuri yang tak tergoyahkan. Meskipun perutnya yang besar membuatnya harus berjalan lebih lambat dan hati-hati, aura otoritas yang dipancarkannya justru semakin tajam. Di halaman depan istana, pemandangan yang tidak biasa tersaji. Belasan selir dari berbagai tingkatan sudah berlutut gemetar di atas lantai marmer yang keras. Wajah mereka tertunduk dalam, tangan-tangan mereka saling bertaut erat, dan isak tangis kecil terdengar samar di antara desau angin.Diana mengerutkan keningnya dalam-dalam. Matanya menyapu barisan wanita-wanita cantik yang kini tampak seperti pesakitan itu. Perasaan jengkel mulai merayap di dadanya. Drama apa lagi yang diciptakan pria itu hari ini? batinnya ketus. Tanpa memberikan sepatah kata pun pada para selir yang ketakutan itu, Diana melanjutkan langkahnya masuk ke dalam istana, diikuti oleh Embun yang selalu sigap di belakangnya.Begitu memasuki ruang peraduan Kaisar, aroma obat-obatan herbal yang sangat menyen

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 269. Stempel Giok

    Keheningan yang mencekam segera menyelimuti ruang kerja Alon begitu derap langkah sang Kaisar menghilang di balik pintu mahoni yang berat. Denada masih terduduk di atas meja jati yang berantakan, napasnya perlahan mulai teratur, namun tatapannya kosong menatap dinding pualam yang dingin. Dengan gerakan pelan, Denada turun dari meja. Kakinya yang telanjang menyentuh lantai marmer yang dingin, mengirimkan sensasi menggigil ke seluruh tubuhnya. Ia mulai memunguti helai demi helai pakaiannya yang berserakan—sutra hitam yang koyak di beberapa bagian, ikat pinggang yang terlempar jauh, dan jubah luar yang tergeletak malang. Ia memakainya kembali dengan tangan yang stabil, mengancingkan setiap simpul dengan ketelitian yang menakutkan. Tidak ada pelayan yang membantu, dan ia memang tidak menginginkan siapa pun melihat sisa-sisa "pertempuran" yang baru saja ia lalui.Setelah pakaiannya rapi kembali, Denada tidak segera beranjak pergi. Ia menunduk, menatap dokumen-dokumen yang tadi menjadi

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 268. Racun di Balik Desahan

    Langkah kaki Denada bergema lirih saat ia memasuki ruang kerja utama Alon. Ruangan itu adalah jantung dari Kekaisaran Delore, tempat di mana setiap perintah berdarah bermula dan setiap nasib ditentukan. Udara di dalamnya terasa berat, dipenuhi aroma tajam tinta hitam, kayu jati tua, dan wangi lilin lebah yang menyala temaram. Alon duduk di balik meja besarnya yang megah, bayangannya tampak memanjang di dinding pualam, menciptakan kesan sosok predator yang sedang mengawasi wilayah kekuasaannya. Pria itu tampak sedingin es, wajahnya yang tampan namun keras tidak menunjukkan emosi sedikit pun saat matanya bertemu dengan tatapan Denada."Kemari," perintah Alon singkat. Suaranya rendah, namun mengandung otoritas yang tak terbantahkan.Denada melangkah mendekat dengan kepala tertunduk patuh. Mantelnya yang berbulu lebat telah ia lepaskan di luar, menyisakan gaun sutra tipis yang melekat pada tubuhnya yang ramping. Di balik ketenangan wajahnya, jantung Denada berdegup kencang, namun buka

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 111. Senyum yang Tidak Pernah Sampai ke Mata

    Isabella melangkah masuk ke aula peresmian klinik kecantikan Ruyi dengan langkah anggun dan tenang. Salju tipis masih melekat di ujung mantel bulu rubah putihnya, namun itu justru membuatnya tampak semakin memesona. Gaun sutra berwarna biru pucat dengan sulaman bunga plum pera

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 116. Pikiran yang Terguncang

    Harsa duduk termenung di ruang kerjanya, jari-jarinya menggenggam gulungan salinan catatan majelis pagi hari ini. Kertas itu terbuka di hadapannya, tinta hitam tergores rapi oleh para pejabat kekaisaran, membahas hal-hal penting tentang pangan, pajak, dan stabilitas wilayah. Namun, tak satu pun d

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 115. Jejak Emas Menuju Senyum

    Kereta kuda berhenti perlahan di pintu belakang Klinik Kecantikan Ruyi. Suara tapal kuda yang tadi ritmis kini lenyap, digantikan oleh desiran angin sore yang membawa aroma dingin musim dingin. Diana naik lebih dulu, mantel tebalnya jatuh rapi menutupi gaun sederhana yang ia k

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 113. Hari Kencan yang Menjadi Panggung

    Arthur berdiri tegak di tengah aula Klinik Kecantikan Ruyi yang dipenuhi wewangian herbal dan dupa musim dingin. Tatapan matanya yang biasanya datar kini menyiratkan sesuatu yang sulit diterjemahkan—sebuah kilau dingin bercampur geli. Ketika pandangannya menyapu sekeliling, suaranya yang tenang n

    last updateLast Updated : 2026-03-28
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status